Pemkot Mojokerto, Cetak 80 Pekerja Berkompetensi

Beritaloka.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menggelar program pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi sebagai upaya mencetak angkatan kerja yang terampil dan mampu bersaing di dunia usaha, Program ini merupakan hasil kerja sama Pemkot Mojokerto dengan Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan pelatihan, Selasa (22/9/2026)
“Pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa menjadi bekal untuk bekerja, membuka usaha, maupun meningkatkan kapasitas diri,” katanya saat meninjau pelatihan.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi di tengah masyarakat.
Pada pelaksanaan batch II tahun 2026 ini, sebanyak 80 peserta mengikuti program yang terbagi ke dalam lima bidang kompetensi, yakni pemasaran digital, teknisi AC residensial, pembuatan batik tulis, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, serta pengelolaan administrasi perkantoran. Variasi bidang ini mencerminkan upaya Pemkot Mojokerto menjangkau berbagai minat dan potensi pasar kerja, mulai dari sektor jasa teknis hingga industri kreatif berbasis budaya lokal seperti batik.
Program pelatihan berbasis kompetensi ini sendiri bukan hal baru bagi Pemkot Mojokerto.
Sementara itu, ia pun memaparkan rekam jejak program dari tahun ke tahun yang menunjukkan tren peningkatan jumlah peserta sekaligus dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada 2024, misalnya, program ini diikuti oleh 257 peserta, dengan hasil 92 orang di antaranya berhasil terserap ke dunia kerja dan 107 orang lainnya memilih jalur wirausaha. Setahun kemudian, pada 2025, jumlah peserta melonjak signifikan menjadi 400 orang, dengan 153 orang berhasil bekerja dan 102 orang membuka usaha sendiri.
Tren kenaikan partisipasi tersebut, menurut Ika menjadi indikator bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya penguatan keterampilan sebagai bekal menghadapi persaingan kerja yang makin dinamis. Ia pun berharap para peserta batch II tahun 2026 dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.
Wali Kota Ika, menegaskan bahwa keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sertifikat semata, melainkan benar-benar menjadi modal nyata bagi peserta untuk meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Lebih jauh, Ika berharap ada tindak lanjut konkret setelah pelatihan usai, baik peserta yang berhasil terserap di dunia kerja formal, maupun yang memilih mengembangkan usaha mandiri, sehingga keterampilan yang didapat benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Kota Mojokerto. (@_rie)







