Pamekasan Memasuki Usia ke-496, Rangkaian Peringatan Hari Jadi Berlangsung Meriah

(foto atas) dan (foto bawah) antusiasme warga serbu 6.000 porsi makanan gratis, beragam kuliner disajikan, mulai dari makanan khas Madura, makanan Arab, hingga makanan Tionghoa halal
(foto/Beritaloka)
Beritaloka.com – Kabupaten Pamekasan, salah satu daerah di Pulau Madura, Jawa Timur, pada Selasa (3/11/2026) genap berusia 496 tahun. Peringatan Hari Jadi ke-496 tersebut diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan, dimulai dari kegiatan keagamaan, budaya, olahraga, hingga upacara puncak yang dilaksanakan secara khidmat dan penuh kebersamaan .
Penetapan tanggal 3 November sebagai Hari Jadi Kabupaten Pamekasan bukan tanpa alasan sejarah. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa penting, yaitu naik tahtanya Pangeran Ronggo Sukowati sebagai raja pertama Pamekasan yang beragama Islam, pada 12 Rabiul Awwal 937 Hijriah atau bertepatan dengan 3 November 1530 Masehi.
Sebelum dikenal dengan nama Pamekasan, wilayah ini bernama Pamelingan, yang dipimpin oleh Ki Wonorono, keturunan Raja Majapahit Wikramawardhana. Pamelingan memisahkan diri dari pengaruh Majapahit sekitar tahun 1478. Setelah melalui beberapa generasi kepemimpinan, Pangeran Ronggo Sukowati kemudian mendirikan pemerintahan yang diberi nama Pamekasan, dengan semboyan “Mekkas Jatna Paksa Jenneng Dibi'” yang berarti pesan untuk memerintah dengan kemampuan sendiri .
Penetapan ini kemudian dikukuhkan melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2004, sehingga setiap tanggal 3 November diperingati secara resmi sebagai Hari Jadi Kabupaten Pamekasan.
Tema Hari Jadi ke-496: “Pamekasan Bangkit”
Pemerintah Kabupaten Pamekasan menetapkan tema “Pamekasan Bangkit” sebagai semangat utama peringatan tahun ini. Tema tersebut dimaknai sebagai dorongan bersama untuk memajukan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi daerah melalui sinergi seluruh elemen masyarakat .
Sebelum puncak peringatan pada 3 November, Pemkab Pamekasan telah menggelar beragam kegiatan sejak awal Oktober 2026. Salah satu kegiatan yang paling menonjol adalah pembacaan Sholawat Nariyah secara serentak di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang bernuansa religius ini bekerja sama dengan Ittiholana di bawah bimbingan ulama kharismatik Nahdlatul Ulama, RKH Mohammad Kholil As’ad.
Sementara pada Senin malam, (2/11/2026), digelar acara puncak budaya bertajuk “Malam Kemilau Maduran: Simfoni Budaya Pamekasan” di kawasan Bundaran Monumen Arek Lancor. Ribuan warga tumpah ruah memadati alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya yang dikemas secara modern namun tetap memegang teguh kearifan lokal.
Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga menyiapkan 6.000 porsi makanan gratis bagi masyarakat. Beragam kuliner disajikan, mulai dari makanan khas Madura, makanan Arab, hingga makanan Tionghoa halal. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Akmalul Firdaus, menyampaikan bahwa penyediaan makanan beragam itu dimaksudkan untuk menampilkan keberagaman etnis yang hidup harmonis di Pamekasan.
Dalam sambutannya pada Malam Kemilau Madura, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Madura sebagai identitas bangsa yang tak ternilai. Ia menyoroti kekhawatiran atas semakin berkurangnya penggunaan bahasa Madura di kalangan generasi muda.
“Saya sudah meminta kepada Pak Sekda untuk menetapkan satu hari dalam satu minggu kita berbicara bahasa Madura di lingkungan pemerintahan, karena anak-anak kita sudah banyak yang melupakan bahasa Madura,” tegas Bupati.
Selain bahasa, Bupati juga mendorong kebangkitan industri batik Pamekasan sebagai identitas sekaligus potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada upacara puncak peringatan Hari Jadi ke-496 di Pendopo Kabupaten, Selasa pagi, Bupati Kholilurrahman juga meluncurkan kembali program UHC Prioritas, yang memungkinkan warga berobat cukup dengan menunjukkan KTP. Anggaran program ini hingga akhir tahun dialokasikan sekitar Rp14 miliar, dan direncanakan naik menjadi Rp83 miliar pada tahun 2027 .
Dukungan dan Sinergi Berbagai Pihak
Pemkab Pamekasan menerima dukungan dana sponsorship dari Bank Jatim sebesar Rp200 juta untuk mendanai rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-496. Dana tersebut dikelola Disporapar Pamekasan dan digunakan untuk kebutuhan panggung, perlengkapan, konsumsi, dan operasional acara puncak.
Meskipun rangkaian perayaan berjalan lancar dan penuh sukacita, peringatan Hari Jadi ke-496 ini juga diwarnai dinamika tersendiri. Pada Kamis (29/10/2026), sekelompok warga yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Merdeka melakukan aksi protes di depan kantor BKPSDM Pamekasan terkait dugaan praktik pungutan liar yang menyeret nama seorang oknum dan diduga mencatut nama Bupati. Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan berjalan lancar dan menjadi momentum yang mempererat kebersamaan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial ekonomi, sekaligus meneguhkan tekad untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. (Subawi/MS)







