Kakanwil Kemenhaj Jatim Tegaskan Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1448 H/2027

Beritaloka.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Mahmudi, S.Ag, M.A, memimpin kegiatan Pembinaan dan Persiapan Bimbingan Manasik Haji dan Umrah 1448 H/2027 M yang berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh jajaran dalam mematangkan persiapan keberangkatan jemaah haji musim mendatang .
Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serta para Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah di lingkungan Kanwil Kemenhaj Jatim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Jatim, Edi Susilo, serta Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, H. Gartaman, S.Ag, M.H.
Dalam arahannya, Kakanwil Mahmudi menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan pada saat keberangkatan, melainkan dimulai dari kesiapan perencanaan, koordinasi antar-instansi, hingga pelayanan di tingkat akar rumput.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang besar. Jamaah haji adalah tamu Allah, dan kita dipercaya untuk melayani mereka. Kesiapan kita hari ini adalah jaminan kenyamanan jamaah di masa mendatang,” ujar Mahmudi membuka arahannya.
Salah satu penekanan terbesar dalam pertemuan ini adalah aspek istithaah kesehatan jamaah. Mahmudi meminta seluruh kabupaten/kota memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan memastikan seluruh puskesmas memiliki akses serta kesiapan dalam melayani pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji .
Hal ini sejalan dengan kebijakan yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa ada sembilan kriteria kesehatan utama yang harus dipenuhi jamaah agar dapat berangkat ke Tanah Suci, antara lain bebas dari penyakit menular aktif, tidak bergantung pada alat medis besar, serta tidak mengalami penurunan fungsi kognitif berat.
“Persiapan kesehatan harus dilakukan lebih awal. Kita ingin memastikan jamaah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara fisik dan kesehatan sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” tegas Mahmudi .
Pelayanan, Manasik, dan Integritas Lembaga
Kakanwil juga menyoroti aspek pelayanan langsung kepada jamaah, antara lain:
- Penyelesaian dokumen dan paspor harus dipastikan tepat waktu di setiap kabupaten/kota;
- Pembimbingan manasik disiapkan secara optimal hingga tingkat kecamatan, dengan materi yang tidak hanya teori ibadah tetapi juga praktik kehidupan di Tanah Suci — termasuk penggunaan fasilitas umum seperti lift, jembatan, dan lain-lain;
- Membangun citra positif lembaga, mempercepat realisasi anggaran sesuai target, serta menjaga integritas dan profesionalitas sebagai nilai dasar seluruh ASN di lingkungan Kemenhaj Jatim .
“Integritas dan pelayanan terbaik adalah kunci. Masyarakat menaruh harapan besar kepada kita. Mari wujudkan penyelenggaraan haji yang transparan, akuntabel, dan bermartabat,” tambahnya.
Kuota dan Tahapan Persiapan Haji Jatim 2027
Diketahui, kuota jemaah haji Jawa Timur untuk tahun 1448 H/2027 M tetap di angka 42.409 orang. Saat ini proses verifikasi data, perekaman biometrik, serta pemeriksaan kesehatan sedang berjalan bertahap di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Setelah pemeriksaan kesehatan selesai dan diterbitkan surat istithaah, jamaah akan menunggu keputusan pemerintah terkait jadwal pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang diestimasikan sekitar Rp54 juta per jamaah setelah dikurangi nilai manfaat BPKH dan subsidi pemerintah .
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota dapat saling berbagi praktik terbaik dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Kakanwil berharap tidak ada kendala berarti yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kabupaten/kota, sehingga jamaah dapat merasakan kemudahan pelayanan dari pendaftaran hingga keberangkatan. (Fr.Rohman)







