Dugaan Ada Pelecehan Saat Proses Rekrutmen, Disperinaker Surabaya Dampingi Korban Untuk Lapor Polisi

Foto Ilustrasi (diperankan oleh model)

Beritaloka.com – Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya akan memanggil pihak perusahaan serta sejumlah pelamar kerja untuk mendalami dugaan pelecehan yang terjadi dalam proses rekrutmen sebuah perusahaan di Jalan Indrapura, Surabaya.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyampaikan bahwa pemanggilan dilakukan pada Senin (21/9/2026) hari ini, guna mengklarifikasi jalannya proses rekrutmen serta memastikan siapa saja pelamar yang mengikuti sesi wawancara.

“Hari ini akan kami panggil pihak perusahaan ke kantor untuk menjelaskan bagaimana proses rekrutmennya, dan siapa saja yang diwawancarai akan kami periksa,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Hebi, proses pendalaman tetap dilanjutkan meskipun pihak yang diduga sebagai pelaku, staf HRD perusahaan logistik di Jalan Indrapura telah mengundurkan diri sejak 14 September 2026.

“Sebenarnya perusahaan wajib melapor kepada kami, segala proses rekrutmen harus dilaporkan ke Disperinaker,” tegasnya.

Selain perusahaan, Disperinaker juga akan memanggil para pelamar yang sempat mengikuti wawancara untuk memastikan apakah ada korban dalam kasus tersebut atau tidak.

“Karena yang melapor ke kami bukan korban langsung. Jika yang melapor adalah korban, kami langsung proses,  kami ingin tahu siapa korbannya, dan jika terbukti benar, kami arahkan ke pihak berwenang, yaitu kepolisian,” ungkap Hebi.

Hebi menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan apabila ditemukan korban, dan mengarahkan untuk melapor ke kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo, bersama tim telah mendatangi perusahaan tersebut pada Jumat (18/9/2026) pekan lalu.

Disperinaker meminta data seluruh pelamar yang mengikuti proses rekrutmen untuk ditelusuri guna memastikan kebenaran dugaan pelecehan. Dari hasil klarifikasi sementara, perusahaan mengakui membuka rekrutmen untuk posisi tim akuntansi, keuangan, dan IT.

Namun, perusahaan membantah membuka lowongan posisi terapis sebagaimana yang diceritakan salah satu korban melalui akun media sosial Threads. Disperinaker masih mendalami kasus ini untuk menentukan langkah dan sanksi jika keterlibatan perusahaan dalam dugaan pelecehan tersebut terbukti. (om_mbes)