Pembangunan Pasar Keputran Selatan Capai 90 Persen, Operasional Masih Menanti Pembahasan Rumah Potong Unggas

(foto/Beritaloka)
Beritaloka.com – Pembangunan fisik gedung baru Pasar Keputran Selatan di Kota Surabaya kini telah menembus angka lebih dari 90 persen dan secara fisik telah memasuki tahap penyelesaian akhir serta pekerjaan penyiapan fasilitas penunjang. Meskipun bangunan berdiri megah dan hampir rampung, operasional resmi pasar belum dapat dipastikan kapan akan dibuka untuk umum. Pihak pengelola menyatakan bahwa pembukaan pasar masih menunggu kesepakatan akhir dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait rencana penambahan fasilitas Rumah Potong Unggas (RPU) sekaligus penataan pedagang di sekitar lokasi.
Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda, Agus Priyo, menjelaskan kepada sejumlah media bahwa kesiapan operasional pasar sangat bergantung pada pembahasan menyeluruh mengenai rencana pembangunan RPU bersama Pemkot Surabaya. Pasalnya, kehadiran fasilitas baru tersebut akan mengubah tata letak bangunan yang telah dirancang sebelumnya.
“Kalau secara bangunan baru Pasar Keputran Selatan mungkin sudah 90 persen lebih. Tinggal finishing. Hanya saja nanti ketika ada RPU, kan berarti ada perubahan tata letak. Nah, ini yang perlu kami bahas bersama Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Agus Priyo saat dikonfirmasi Beritaloka.com, Senin (2/11/2026).
Pihaknya menegaskan bahwa keterlibatan Pemkot Surabaya dalam pembahasan ini sangat mendasar, mengingat pembangunan RPU membutuhkan alokasi lahan tambahan di area pasar. Kondisi ini secara langsung berdampak pada skema relokasi dan penempatan pedagang yang akan menempati pasar baru tersebut.
“Mohon waktu, nanti saya sampaikan kembali. Nanti ke depannya ada RPU di Pasar Keputran Selatan. Jadi saya akan lapor dulu kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait RPU yang akan dibangun di situ. Karena kalau pembangunan RPU, otomatis ada lahan yang harus dipakai. Nah, itu kan ada relokasi lagi pedagangnya. Makanya ini masih kami godok matang supaya nanti pedagang betul-betul pindah sudah nyaman,” tambah Agus.
Kapasitas dan Penataan Pedagang
Secara kapasitas, gedung baru Pasar Keputran Selatan dirancang dan disiapkan untuk menampung seluruh pedagang eksisting yang sebelumnya berdagang di lokasi lama. Sebanyak 324 stan telah disiapkan khusus untuk pedagang lama agar tidak ada yang tertinggal saat pasar resmi beroperasi nanti.
“Yang secara pasti untuk nantinya pedagang yang tertampung di sana sekitar 324 stan. Itu yang pedagang eksisting yang lama,” jelas Agus.
Selain penataan pedagang tetap, pihak pengelola juga memperhatikan kondisi di area luar pasar yang selama ini dijadikan tempat berdagang oleh sejumlah pedagang kaki lima (PKL). Guna mengatasi kesemrawutan sekaligus memberikan kepastian tempat berdagang, pengelola membuka peluang untuk memfasilitasi penempatan PKL yang selama ini berjualan di jalanan sekitar pasar agar dapat tertampung di dalam gedung baru sesuai kapasitas yang tersedia.
Pembangunan Pasar Keputran Selatan merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam merevitalisasi pasar tradisional agar lebih layak, nyaman, dan tertata. Namun demikian, kehati-hatian diambil oleh pihak pengelola agar setiap keputusan yang diambil tidak merugikan para pedagang. Pihak pengelola berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pembahasan teknis dengan Pemkot Surabaya sebelum menetapkan tanggal resmi peresmian dan operasional pasar baru ini. Masyarakat dan pedagang dimohon bersabar menanti hasil pembahasan tersebut yang akan disampaikan secara resmi dalam waktu dekat. (Om_mbes)







