Gus Iqdam di Bondowoso Bersholawat: Dzikir Tak Cukup di Lisan, Harap Terlihat dalam Perilaku

Beritaloka.com – Ribuan warga memadati Alun-alun Ki Bagus Assra, Kabupaten Bondowoso, pada Minggu (25/10/2026) malam dalam gelaran Bondowoso Bersholawat. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antara ulama, pemerintah, dan masyarakat . Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Grup 88, dan Majelis Sabilu Taubah.
Bondowoso Bersholawat bukan sekadar seremonial keagamaan. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi antarulama, umara, dan masyarakat. Selain menjadi ruang melantunkan sholawat dan berdoa, acara ini juga memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta harapan bersama bagi kemajuan Kabupaten Bondowoso .
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi sarana menyatukan hati seluruh warga, sehingga nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah yang harmonis, damai, dan sejahtera .
Sosok pendakwah terkenal yang paling dinantikan kehadirannya adalah KH. Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam 2, Blitar. Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, Gus Iqdam menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat dzikir dan sholawat.
“Majelis sholawat dan dzikir ini bukan hanya tempat kita berkumpul, tetapi juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat hubungan dengan sesama” ujarnya
Gus Iqdam menegaskan bahwa dzikir tidak boleh berhenti pada lisan semata. Ia mengingatkan jamaah agar lantunan sholawat dan dzikir senantiasa dibarengi dengan perubahan sikap dan akhlak yang lebih baik.
“Jangan sampai kita rajin berdzikir, tetapi perilaku kita tidak mencerminkan nilai-nilai kebaikan. Apa yang kita lantunkan harus terlihat dalam sikap, akhlak, dan kehidupan sehari-hari” kata da’i idola ini.
Ada tiga hal penting yang Gus Iqdam tekankan saat berdzikir dan bersholawat :
- Menjaga hati, niat yang tulus hanya kepada Allah SWT
- Menghormati nasihat ulama — menjaga adab kepada para penuntun agama
- Membiasakan berbuat kebaikan dzikir yang lahir dari lisan harus berbuah kebaikan bagi sesama
Gus Iqdam juga mengajak masyarakat Bondowoso untuk terus merawat tradisi keagamaan yang sudah ada, karena kebersamaan dan kerukunan antarwarga adalah modal utama dalam membangun daerah yang berkah.
Acara berlangsung khidmat sejak pukul 18.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh ribuan jamaah yang memenuhi alun-alun. Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Ahmad Fuad Noerhasan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, serta para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah . Suasana terasa damai dan penuh kehangatan, seakan satu hati dalam lantunan sholawat yang menggema di seluruh penjuru alun-alun. (Yun_anta)







