Misteri Uang di Jalan: Rezeki atau Jebakan Tumbal Pesugihan?

Beritaloka.com – Siapa yang tidak merasa beruntung saat tiba-tiba melihat selembar atau tumpukan uang tergeletak sendirian di pinggir jalan? Bagi sebagian orang, itu mungkin dianggap rezeki yang tak disangka-sangka. Namun cerita-cerita yang beredar di masyarakat menyampaikan peringatan yang cukup mengerikan: uang yang ditemukan di jalan raya belum tentu membawa kebahagiaan, dan bisa jadi merupakan jebakan yang sengaja dipasang.
Mengutip penjelasan dari kanal YouTube, Sang Lokajaya, praktik pesugihan ternyata masih banyak dilakukan oleh sebagian kalangan masyarakat hingga saat ini. Salah satu modus yang disebut-sebut sering digunakan adalah dengan membuang sejumlah uang di jalan raya secara sengaja.
Uang itu diletakkan di tempat yang mudah terlihat, seolah-olah tertinggal oleh pemiliknya. Namun menurut penjelasan tersebut, uang itu sebenarnya telah melalui proses tertentu dan berfungsi sebagai jebakan. Siapa pun yang tanpa curiga mengambilnya, diyakini telah “menerima perjanjian” tanpa sadar, dan kemudian ditetapkan sebagai calon tumbal.
Pandangan Ahli Agama
Para ulama pun memberikan penjelasan agar masyarakat tidak terjebak kepercayaan yang salah. Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengingatkan bahwa kekayaan sejati hanya datang dari Allah, bukan dari hal-hal mistis:
“Setan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memberikan kekayaan kepada manusia. Bukan setan, Allah yang memberi. Tujuan setan bukanlah memberikan manfaat, melainkan menyesatkan.” — Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Sementara itu, Buya Yahya menegaskan bahwa mempercayai atau memanfaatkan pesugihan adalah perbuatan yang dilarang:
“Seluruh bentuk pesugihan yang melibatkan jin, setan, atau makhluk gaib termasuk perbuatan syirik. Hukumnya haram. Seorang Muslim tidak boleh menggantungkan harapan rezekinya kepada selain Allah SWT.” — Buya Yahya (KH Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri)
Sudut Pandang Akademisi
Prof. Suwardi Endraswara dari Universitas Negeri Yogyakarta memandang cerita ini juga memiliki makna mendalam sebagai cerminan budaya masyarakat:
“Mitos uang tumbal adalah bentuk proyeksi rasa takut masyarakat. Konsep ‘keadilan kosmis’ membuat orang merasa harus ada bayaran saat mengambil sesuatu tanpa usaha. Secara tidak langsung, mitos ini mengajarkan moral: jangan mengambil yang bukan hakmu.” — Prof. Suwardi Endraswara, Universitas Negeri Yogyakarta
Cerita Pengalaman Nyata
Berbagai kisah disampaikan oleh warga yang pernah mengalami kejadian serupa. Salah satunya adalah cerita dari Falen, warga di sekitar kawasan Gunung Lawu, Karanganyar:
“Saya menemukan uang terlipat rapi di tepi jalan. Saat hendak diambil, tiba-tiba tubuh terasa berat dan ada bisikan halus agar ditinggalkan. Saya pun segera pergi dan tidak mengambilnya.” ungkap Falen, warga sekitar Gunung Lawu
Cerita serupa juga dialami oleh warga di kawasan desa pegunungan Jawa Barat, di mana seorang anak tetangga jatuh sakit setelah menemukan uang pecahan besar di dekat parit belakang sekolah.
Sikap Bijak yang Perlu Diambil
Apakah itu sekadar mitos peringatan agar orang tidak serakah, atau memang ada hal di luar pemahaman kita, yang terpenting adalah sikap kita:
- Jangan tergoda mengambil uang atau barang yang bukan hakmu
- Berpikir kritis — jika terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar itu tidak benar
- Berdoa dan bertawakal — rezeki yang berkah datang dari jalan yang halal dan jujur
- Sebarkan kehati-hatian, bukan ketakutan — beritahu keluarga dan kerabat agar lebih berhati-hati
Lebih baik melewatkan sesuatu yang mencurigakan daripada menyesal di kemudian hari. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang diperoleh dengan cara yang benar, bukan yang datang tiba-tiba tanpa kita ketahui asal-usulnya. (Om_mbes)







