Karnaval Gumukmas Berujung Tawuran, Kemeriahan Berubah Kekacauan

Diduga dipicu efek miras,  karena ada sekelompok pemuda yang mengkonsumsi miras di sekitar lokasi karnaval (foto: ist)

Beritaloka.com – Suasana meriah yang seharusnya menyelimuti gelaran karnaval di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, berubah seketika menjadi kekacauan. Awalnya acara yang digelar untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan ini justru berujung pada bentrokan fisik antar kelompok pemuda yang mengundang kepanikan warga .

Peristiwa berlangsung pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, saat rombongan karnaval berjalan melewati jalan utama desa. Bermula dari cekcok lisan dan saling ejek antarwarga dari dua wilayah yang berbeda, ketegangan memuncak hingga berubah menjadi baku hantam di tengah jalan raya.

Aksi adu pukul antarpemuda ini diketahui tidak hanya terjadi di satu tempat, melainkan pecah di beberapa titik lokasi yang masih berada dalam rangkaian rute parade sound system tersebut.

Keributan tidak meluas setelah sejumlah remaja lain di sekitar lokasi sigap melerai aksi adu jotos tersebut.

Batu dan kayu saling dilemparkan, suara teriakan dan jeritan warga yang lari menyelamatkan diri memecah kebisingan. Beberapa warga mengalami luka memar dan lecet, meski belum ada luka parah yang dilaporkan. Panitia acara yang tadinya sibuk mengatur jalannya pawai tampak terpaku dan berusaha menenangkan massa, namun kekacauan justru meluas.

Petugas keamanan dari Polsek Gumukmas yang bertugas di lokasi segera bergerak mengamankan situasi. Dengan bantuan Muspika dan aparat gabungan TNI–Polri, mereka memisahkan kedua kelompok yang bertikai dan mengosongkan jalan utama agar tidak memakan korban lebih banyak .

Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso mengonfirmasi kejadian tersebut. “Kami telah mengamankan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Penyebab utama kericuhan diduga bermula dari perselisihan pribadi yang dibawa ke tempat umum saat acara berlangsung,” ujarnya di lokasi kejadian.

Kegiatan karnaval pun terpaksa dihentikan sementara. Warga yang hadir diminta segera pulang demi keamanan. Pemerintah Kecamatan Gumukmas menyayangkan peristiwa ini, mengingat acara tahunan ini selama ini dikenal sebagai ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, bukan wadah pertikaian .

“Saya harap ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Acara seperti ini seharusnya mempererat persatuan, bukan sebaliknya,” ungkap Camat Gumukmas, Dannie Allcholin.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab terkait peristiwa ini di media sosial. (su_gio)