23 Tahun Geisha, Regina dan Momo Bersatu di Panggung Synchronize Fest 2026

Momo, Vokalis generasi awal Geisha (foto/ist)

Beritaloka.com – Satu babak sejarah baru dalam perjalanan musik Indonesia. Di panggung Dynamic Stage, Gambir Expo, ribuan penonton berkumpul untuk menyaksikan perayaan istimewa. Perjalanan 23 tahun grup musik Geisha, dalam penampilan bertajuk “Geisha: A Retrospective Journey”. Puncak dari malam yang penuh kenangan ini adalah kolaborasi yang sudah lama dinantikan banyak pihak,  kebersamaan di atas panggung antara vokalis saat ini, Regina Poetiray, dan vokalis pendiri yang legendaris, Momo.

Malam Penuh Rasa Syukur di Awal Pertunjukan

Suasana sudah terasa istimewa sejak Regina melangkahkan kaki ke tengah panggung. Dengan penuh semangat dan sukacita, ia membuka pertunjukan dengan tiga lagu yang langsung membuat penonton bernyanyi bersama: Tak Kan Pernah Ada, Cukup Tak Lagi, dan Pergi Saja. Tiga lagu pembuka ini sukses menghentak panggung dan membangun kehangatan malam itu.

Di sela-sela pertunjukan, Regina menyapa ribuan penggemar yang memadati area panggung dengan suara yang tulus.

“Selamat malam Synchronize Fest, thank you so much for making this happen. Kita senang sekali pastinya, we are so very happy and also very grateful, kita bisa merayakan perjalanan 23 tahun Geisha.” kata Regina.

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bagi Regina, tampil malam itu bukan sekadar sebuah penampilan. Ada perasaan yang lebih dalam yang ia gambarkan sebagai sebuah pengalaman seperti déjà vu.

“Ini sebenarnya sudah pernah aku mimpikan sebelum aku bergabung dengan Geisha. Jadi ini bisa dibilang déjà vu gitu ya, aku berdiri di panggung dan bisa tampil bareng sama kakak-kakak senior aku, nanti ada Kak Momo yang luar biasa juga pastinya,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Ia menceritakan perjalanannya yang terasa begitu ajaib, dari sekadar pengagum yang melihat mereka dari layar televisi saat masih bersekolah, hingga kini berdiri sejajar sebagai bagian dari keluarga besar Geisha.

“Aku dulu cuma anak yang melihat mereka di televisi waktu di bangku sekolah. Tapi di sini aku sekarang berdiri bersama mereka. I’m so very grateful, aku percaya ini juga salah satu jalan Tuhan untuk Geisha. Semoga ke depannya Geisha akan selalu memberikan yang terbaik untuk MyGeisha dan teman-teman semuanya yang sudah hadir malam ini.” kata Regina lagi

Kejutan Momo dan Pelukan Emosional

Saat Regina membawakan lagu-lagu seperti Kering Air Mataku dan Cinta dan Benci, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Tiba-tiba, Momo muncul di panggung dan mengambil alih lirik lagu Cinta dan Benci. Ribuan penonton seketika bersorak haru.

Suasana semakin emosional ketika Momo memimpin penonton menyanyikan lagu legendaris Selalu Salah. Di tengah nyanyian, ia berhenti sejenak dan menyampaikan perasaannya yang teramat dalam:

“Wait, wait, wait, aku boleh bicara sebentar? Kalau nangis takutnya lagu berikutnya saya mewek terus nanti nyanyinya jadi tidak pas. Tapi yang pasti, malam ini saya terharu.” kata Regina

Momo kemudian menyampaikan pesan yang menyentuh hati semua orang yang hadir:

“Tidak semua cerita hidup ini harus kita lihat siapa yang salah dan siapa yang benar. Pada akhirnya, sebuah perjalanan tidak bisa kita lupakan satu sama lain. Seringkali kita baru mengerti arti seseorang setelah kita kehilangan dia.” kata Momo.

Dengan nada lembut, ia bertanya kepada ribuan penonton: “Kangen nggak sama gue?”

Serentak penonton berteriak: “KANGEN!”

Roby, personel Geisha lainnya, pun menyambut hangat kehadiran Momo: “Kangen dong. Selamat kembali pulang, Momo.”

Dua Vokalis, Satu Jiwa Musik

Malam itu menjadi semakin sempurna ketika dua generasi vokalis tampil berduet. Lagu-lagu kenangan seperti Karena Kamu, Cobalah Mengerti, Jika Cinta Dia, dan Lumpuhkan Ingatanku dinyanyikan bergantian dan bersama-sama, menciptakan harmoni yang luar biasa indah. Puncaknya, Regina dan Momo menyanyikan lagu Kamu Yang Pertama berdua di tengah panggung  sebuah momen yang mungkin tak akan terlupakan oleh siapa pun yang hadir.

Sebagai penutup perjumpaan yang penuh kehangatan ini, Momo menyampaikan apresiasinya kepada para penggemar yang setia mendampingi perjalanan Geisha selama lebih dari dua dekade:

“Terima kasih banyak. Saya salut dengan kalian semua yang ada di sini. Terima kasih telah menjaga karya-karya kami tetap hidup di hati kalian.”

Malam itu membuktikan bahwa musik Geisha bukan sekadar lagu-lagu yang didengarkan, melainkan bagian dari perjalanan hidup banyak orang, yang tetap terhubung meski waktu terus berjalan. (An_cha)