Sisi Mistis Pencurian Celana Dalam : Sebagai Media Pelet Dan Penglaris Dagangan

Ada dua motif pencurian celana dalam wanita, selan pelaku memang punya gangguan jiwa, ada juga untuk sarana pelet atau penglaris di dunia klenik ( foto: ilustrasi)

Beritaloka.com – maraknya aksi pencurian celana dalam perempuan meresahkan masyarakat baik di perkotaan atau di daerah pedesaan di tanah air. Telah menjadi fenomena yang mungkin orang mengatakan aneh dan tak lazim atas perbuatan memalukan tersebut.

Hal ini diungkapkan Gus Didik, spiritualis yang bermarkas di kawasan Dupak Bangunsari Surabaya membeberkan bahwa arti di balik pencurian tersebut bisa dilihat dari kondisi celana dalam yang diincar oleh pelaku.

Gus Didik, Spiritualis asal Dupak Bangunsari, Surabaya ini mengungkap fenomena pencuri an baju dalam wanita biasanya disalahgunakan untuk media pelet dan penglaris (foto:,ombes)

Menurut Gus Didik, jika pelaku nekat mencuri celana dalam yang belum dicuci, maka aksi tersebut erat kaitannya dengan ritual pelaris untuk bisnis atau usaha tertentu. Celana dalam kotor dinilai menyimpan rekam jejak spiritual yang kuat dari pemiliknya. Kandungan energi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku ritual.

“Jangan coba-coba menyalahgunakan pakaian dalam wanita (cd, red) apalagi pas lagi kotor atau ada bekas darah haid misalnya. Bisa berbalik bikin linglung di pencurinya. Karena semua benda itu membawa energi masing-masing”ujarnya saat ditemui Beritaloka.com di kediamannya.

Ia menambahkan, ritual pelarisan misalnya tidak dilakukan secara acak. Pelaku biasanya sudah menentukan target korban yang dinilai memiliki aura positif yang kuat dan cocok dengan kebutuhan pelarisan mereka.

Kondisinya akan berbeda jika si pencuri justru mengincar celana dalam yang sudah dicuci dan sedang berada di jemuran. Menurut Didik, motif dari pencurian celana dalam bersih ini adalah untuk ritual pengasihan atau pelet.

Bahkan, tidak jarang pelaku mengambil lebih dari satu celana dalam sekaligus. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencari kecocokan energi yang paling optimal.

Mengenai sosok korban yang dijadikan target, Didik menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada kriteria baku yang mutlak. Penentuan target ini sering kali merupakan bagian dari instruksi khusus atau improvisasi dari sang dukun atau guru spiritualnya.

Kendati targetnya bisa berubah-ubah tergantung si dukun, Didik menegaskan bahwa waktu pelaksanaan ritual ini memiliki pola tersendiri. Ada bulan-bulan tertentu dalam kalender spiritual yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk bergerak, salah satunya adalah bulan suro. (@om_mbes)