PCNU Surabaya: Santri Tak Hanya Jaga Tradisi, Harus Kuasai Digital dan Selesaikan Persoalan Sosial

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Ir. H. Masduki Thoha (foto: Beritaloka)

Beritaloka.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada 22 Oktober menjadi momentum penting bagi dunia pesantren di Kota Surabaya. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengajak seluruh santri untuk memperluas peran mereka, tidak hanya sebagai penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi agen pembangunan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat .

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Ir. H. Masduki Thoha, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa ada tiga bidang strategis yang perlu diperkuat oleh kalangan santri. Pertama adalah penguasaan teknologi digital, kedua pemberdayaan ekonomi umat, dan ketiga keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis santri dalam perjalanan sejarah bangsa,” tegas Masduki Thoha pada Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, peran santri perlu berkembang melampaui kegiatan pendidikan agama dan pelestarian tradisi pesantren. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi digital, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berwirausaha dinilai penting agar santri mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keagamaannya.PCNU Kota Surabaya menyiapkan sebanyak 18 agenda kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan tema sentral: “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.” Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 8 hingga 31 Oktober 2026, mencakup berbagai aspek mulai dari penguatan tradisi keilmuan pesantren, pembinaan generasi muda, kegiatan kebangsaan, pengembangan kewirausahaan, pelatihan literasi digital, hingga aksi kemanusiaan .

PCNU Kota Surabaya menyiapkan sebanyak 18 agenda kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan tema sentral: “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.” Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 8 hingga 31 Oktober 2026, mencakup berbagai aspek mulai dari penguatan tradisi keilmuan pesantren, pembinaan generasi muda, kegiatan kebangsaan, pengembangan kewirausahaan, pelatihan literasi digital, hingga aksi kemanusiaan .

Beberapa agenda unggulan antara lain:

  • Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina, digelar pada Kamis 22 Oktober 2026 malam di halaman Gedung HBNO, kawasan bersejarah tempat lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945
  • Fun Walk bersama 5.000 Santri yang dijadwalkan pada 25 Oktober 2026
  • Lomba keagamaan, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan kapasitas kelembagaan pesantren

Aktualisasi Semangat Resolusi Jihad

Masduki Thoha mengingatkan kembali bahwa semangat Resolusi Jihad yang dikumandangkan para ulama pada 22 Oktober 1945 perlu terus diaktualisasikan. Bukan lagi dalam bentuk perjuangan fisik, melainkan melalui penguatan nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, penguasaan ilmu pengetahuan, dan peningkatan ketakwaan .

“Tradisi pesantren bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai yang perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya .

Komitmen Membangun Surabaya yang Unggul dan Berkarakter

Melalui peringatan ini, PCNU Surabaya juga menegaskan komitmen bersama seluruh keluarga besar pesantren untuk membangun generasi yang unggul dan berkarakter. Tujuannya, mewujudkan Kota Surabaya yang maju, humanis, inklusif, dan penuh keberkahan. Santri diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 sendiri telah ditandai dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro dan resepsi yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), di lokasi bersejarah Gedung HBNO, Surabaya  menegaskan peran strategis kota ini dalam perjalanan sejarah kebangsaan dan keislaman Indonesia . (Fr.Rohman)

.