Milad ke-19 Fahmi Tamami & Tasyakuran ke-80 Rhoma Irama: Silaturahmi Dakwah Bersatu Tiga Tokoh

Beritaloka.com – Suasana bahagia menyelimuti Studio Soneta Records, Cilodong, Depok, pada Ahad, 20 September 2026. Di tempat itu, tiga tokoh berpengaruh H. Rhoma Irama, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani, dan KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) tampak hadir bersamaan dalam acara yang menggabungkan dua perayaan istimewa: Milad ke-19 Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid & Mushalla se-Indonesia (Fahmi Tamami) sekaligus Tasyakuran menuju usia ke-80 tahun Rhoma Irama.
Dua Perayaan, Satu Visi
Fahmi Tamami didirikan oleh Rhoma Irama pada 22 September 2007 bersama sejumlah ulama, bertujuan memperkuat peran masjid dan mushalla di seluruh negeri serta menjaga persatuan umat . Kini memasuki usia ke-19, forum ini telah memiliki ratusan perwakilan di berbagai daerah. Sementara itu, ulang tahun ke-80 Rhoma Irama yang sebenarnya jatuh pada 11 Desember 2026, dirayakan lebih awal mengingat padatnya agenda di akhir tahun .
“Saya mengucapkan syukur kepada Allah, kita merayakan dua hal sekaligus, 19 tahun Fahmi Tamami dan persiapan usia ke-80 saya. Tujuannya satu: mensyukuri nikmat Allah,” ujar Rhoma Irama kepada awak media.
Kehadiran Ulama Penguat Persatuan
Kehadiran KH Imaduddin Utsman Al-Bantani dan Gus Muwafiq menambah keistimewaan acara ini. Bersama para kiai lain, mereka duduk berdampingan dengan Sang Raja Dangdut, menandakan eratnya ikatan antara dunia seni, pesantren, dan dakwah di Indonesia.
Gus Muwafiq dalam sambutannya menegaskan, “Masjid adalah tempat penguatan signal keimanan.” Ia memuji dedikasi Rhoma Irama yang konsisten mendakwahi kebaikan melalui karya seni selama puluhan tahun.
Sementara itu, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani turut mengapresiasi semangat Fahmi Tamami yang terus bergerak meluruskan pemahaman agama dan menjaga keutuhan umat di tengah arus informasi yang tidak sehat.
Rhoma Irama: “Tak Ada Kata Pensiun bagi Seniman”
Di usia yang ke-80, Rhoma Irama menegaskan tidak akan berhenti berkarya. “Di dunia seni tidak ada istilah pensiun, kecuali ASN. Kalau berhenti, justru bisa sakit,” ucapnya disambut tawa hadirin. Ia juga mengungkapkan rencana pembuatan film biografi tentang perjalanan hidupnya, yang sedang dipersiapkan dengan inspirasi dari film-film biografi musisi dunia seperti Elvis Presley dan Michael Jackson.
Makna Pertemuan Tiga Tokoh
Foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan keakraban di antara ketiganya, Rhoma Irama yang memadukan musik dan dakwah, KH Imaduddin Utsman yang dikenal ketegasan kajiannya, serta Gus Muwafiq yang menyebarkan ilmu dengan keramahan khas pesantren. Kehadiran mereka bersatu menjadi simbol: dakwah tidak mengenal sekat, dan kebenaran disampaikan dengan akhlak, bukan dengan perpecahan.
Acara ini diharapkan menjadi titik tolak yang lebih luas, memperkuat sinergi antara seniman, ulama, dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta kemaslahatan umat di seluruh Indonesia. (adh_ie)







