Cangar, Destinasi Touring Motor Favorit: Nikmati Alam Sejuk Tanpa Harus Menguras Kantong

Sensasi perjalanan touring dikawasan Cangar (foto/Beritaloka)

Beritaloka.com – Di lereng Gunung Welirang, pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, tersembunyi sebuah kawasan yang kini menjadi magnet bagi para pengendara motor dari berbagai penjuru Jawa Timur. Namanya Cangar, sebuah kawasan di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang menawarkan pesona alam sekaligus kenyamanan tanpa memandang jenis kendaraan yang dikendarai. Bagi ribuan pecinta touring, Cangar bukan sekadar tempat singgah, melainkan “rumah kedua” yang menanti dengan udara sejuk dan keramahan yang tak ternilai harganya.

Setiap akhir pekan, deretan motor bebek dan matic terlihat berjejer rapi di area parkir Pemandian Air Panas Cangar. Bukan motor besar berharga ratusan juta yang mendominasi, melainkan kendaraan harian sederhana yang membawa warga biasa mencari ketenangan. Dari Surabaya, Malang, Kediri, hingga daerah sekitar lainnya, mereka datang dengan satu tujuan: melepas penat dengan biaya yang tetap masuk akal.

Rute Ramah untuk Semua Jenis Motor

Perjalanan menuju Cangar dapat ditempuh melalui jalur yang beraspal baik dan dapat dilalui dengan berbagai jenis kendaraan bermotor. Bagi wisatawan yang berangkat dari Surabaya, rute yang umum dilintasi meliputi jalur Tol Waru menuju Pandaan, berlanjut ke Pacet, hingga tiba di kawasan Sumberbrantas. Sementara dari pusat Kota Malang, perjalanan menempuh jarak sekitar 35 hingga 40 kilometer melalui jalur Batu–Selecta–Sumber Brantas. Jalan yang berkelok namun mulus memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan sekaligus menantang, cocok untuk pengendara pemula maupun berpengalaman.

“Ini keunggulan utama Cangar. Jalurnya tidak terlalu ekstrem, pemandangannya memanjakan mata, dan tujuannya memuaskan hati,” ujar Ombes, seorang penggemar touring asal Surabaya yang telah berkunjung ke Cangar lebih dari sepuluh kali. Dengan motor bebek 100 cc pun saya bisa sampai di sini dengan aman dan nyaman.

Pesona Air Panas Alami yang Terjangkau

Daya tarik utama kawasan ini adalah Pemandian Air Panas Cangar, yang airnya bersumber langsung dari kawah Gunung Welirang. Dipercaya mengandung mineral alami, air hangat ini konon membantu meredakan pegal linu serta menyegarkan kulit setelah perjalanan jauh.

Pengelola kawasan menetapkan tarif tiket masuk yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp26.500 per orang untuk wisatawan domestik. Jam operasionalnya dibagi menjadi dua sesi: pada hari Senin hingga Kamis dibuka pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, sedangkan Sabtu hingga Minggu dibuka lebih awal, yaitu pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Khusus hari Jumat, kawasan pemandian tutup untuk perawatan rutin. Biaya parkir pun sangat bersahabat, yaitu sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk sepeda motor.

Pagi hari menjadi waktu yang paling diminati wisatawan. Saat kabut tipis masih menyelimuti pepohonan pinus dan udara pagi yang sejuk menyapa kulit, berendam di kolam air panas terasa seperti hadiah yang tak ternilai harganya.

Banyak Spot Menarik dengan Biaya Minim

Selain pemandian air panas, kawasan sekitar Cangar menyimpan sejumlah destinasi lain yang layak dikunjungi, sebagian besar dengan biaya masuk yang sangat murah bahkan gratis:

  • Taman Hortensia Sumber Brantas — Terletak tak jauh dari pusat kawasan, taman bunga ini menawarkan hamparan bunga hortensia berwarna-warni dengan latar belakang pegunungan yang menenangkan. Pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp2.000 hingga Rp5.000, tanpa biaya tiket masuk.
  • Air Terjun Watu Ondo (Coban Kembar) — Dua air terjun yang berdiri berhadapan di tengah hutan rindang, dengan ketinggian sekitar 15 meter dan 69 meter. Tiket masuknya sekitar Rp10.000 per orang, ditambah biaya parkir motor Rp5.000.
  • Wisata Petik Buah Brakseng — Desa Sumberbrantas dikenal sebagai sentra penghasil apel. Wisatawan dapat memetik buah langsung dari kebun dengan biaya sekitar Rp25.000 hingga Rp35.000 per orang, yang sudah termasuk konsumsi apel sepuasnya di tempat.
  • Jembatan Cangar & Hutan Pinus — Spot ikonik yang kerap menjadi lokasi berfoto, menawarkan pemandangan lembah dan deretan pohon pinus yang menyejukkan pandangan. Di sekitarnya juga terdapat kedai-kedai kecil yang menjual kopi hangat dan camilan dengan harga terjangkau.

Bagi wisatawan yang berangkat dari Surabaya, berikut gambaran estimasi biaya perjalanan pulang-pergi untuk satu orang: BBM sekitar Rp40.000, tiket pemandian Rp15.000, parkir di beberapa lokasi sekitar Rp10.000, serta biaya makan dan minum dua kali sekitar Rp40.000. Secara keseluruhan, wisatawan hanya memerlukan dana sekitar Rp105.000 untuk satu kali perjalanan lengkap. Bahkan bisa lebih hemat lagi dengan membawa bekal makanan dari rumah, sehingga pengeluaran bisa ditekan hingga di bawah Rp80.000.

“Dulu saya pikir jalan-jalan harus pakai motor besar dan menginap di tempat mahal. Tapi sejak kenal Cangar, saya sadar bahagia itu sederhana,” ungkap Salsabila, seorang pegawai swasta asal Sidoarjo yang kerap berkunjung bersama suaminya. Cukup naik motor, menikmati udara bersih, berendam, dan makan di warung sederhana. Hati sudah merasa penuh.

Imbauan Keamanan dan Kenyamanan

Pihak pengelola dan aparat setempat menghimbau kepada para wisatawan untuk senantiasa memperhatikan keselamatan berkendara, mengingat jalur menuju Cangar berkelok dan menanjak. Disarankan untuk berangkat pada pagi hari agar dapat menikmati perjalanan dengan tenang dan pulang sebelum hari gelap. Suhu di kawasan ini berkisar antara 16 hingga 20 derajat Celcius, sehingga wisatawan disarankan mengenakan pakaian hangat dan perlengkapan berkendara yang memadai. Terlebih lagi, seluruh pengunjung diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengingat kawasan ini merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Raden Soerjo yang harus dijaga kelestariannya.

Cangar membuktikan bahwa pariwisata yang berkualitas tidak harus berbanding lurus dengan biaya yang tinggi. Di sini, setiap orang memiliki hak yang sama untuk menikmati keindahan alam — baik yang datang dengan motor baru maupun motor yang sudah menemani perjalanan bertahun-tahun. Seperti kabut pagi yang perlahan menipis menyambut sinar matahari, Cangar hadir sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sederhana selalu ada di sekitar kita, selama kita bersedia meluangkan waktu untuk mencarinya. (Anwari)