Simulasi Darurat Kapal Motor Kirana, Perkuat Sinergi Dengan Target Zero Accident

Simulasi berskala besar ini melibatkan jaringan lintas‑instansi ( foto/ist)
Beritaloka.com – Keselamatan penumpang dan muatan menjadi pilar utama operasional transportasi laut nasional. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak bersama operator kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU) menggelar simulasi penanganan kebakaran dan evakuasi penumpang di atas kapal Ro‑Ro KM Kirana 7 yang beroperasi pada rute Tanjung Perak – Lembar (Lombok) pulang‑pergi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Kampanye Keselamatan Pelayaran jelang masa puncak perjalanan Nataru 2027.

Simulasi berskala besar ini melibatkan jaringan lintas‑instansi yang saling terhubung: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Dinas Navigasi, serta unsur pendukung lainnya termasuk unit medis dan tim pemadam laut Pelindo Marine Service yang mengerahkan dua kapal tunda KT Jayanegara 306 dan KT Jayanegara 308 untuk operasi pemadaman api simulasi.

Rangkaian skenario latihan dimulai dengan sandi “Kode Matahari Terbit” sebagai tanda titik api muncul secara tiba‑tiba di dek kendaraan kapal. Awak kapal segera menjalankan prosedur awal dengan alat pemadam api ringan (APAR), sementara nahkoda segera mengirim laporan darurat beserta titik koordinat ke KSOP Utama Tanjung Perak .

Latihan berlanjut ke skenario penanganan orang yang jatuh ke laut, lalu evakuasi massal penumpang dengan sekoci darurat hingga prosedur abandon ship atau meninggalkan kapal apabila kondisi tidak dapat diselamatkan, sebelum diakhiri dengan sandi “Kode Matahari Terbenam” sebagai penanda selesainya seluruh rangkaian simulasi .

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan teknis, melainkan pengujian keselarasan komunikasi dan waktu respons antar‑pihak. “Latihan penanganan kebakaran menjadi momentum krusial untuk melatih komunikasi dan respons cepat semua pihak, sebab keselamatan pelayaran dan budaya keselamatan adalah harga diri kita bersama,” ujarnya .

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin yang hadir dalam kegiatan menambahkan, risiko insiden di laut dapat muncul dari banyak faktor: perubahan cuaca mendadak, kelalaian awak kapal, ketidakpatuhan penumpang, hingga muatan barang berbahaya yang tidak dilaporkan  .

“Kami berharap melalui pelaksanaan ini tumbuh kesadaran terhadap budaya keselamatan, baik bagi regulator, operator, maupun masyarakat pengguna jasa,” tegasnya  .

Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin H. Poedjono menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan simulasi serupa untuk menjaga kesiapan awak kapal. “KM Kirana 7 setiap hari melayani rute lintas Jawa‑Lombok dengan volume penumpang dan kendaraan yang padat. Kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak boleh menurun,” katanya  .

Selain penguatan kesiapsiagaan melalui latihan, pemerintah juga sedang memperkuat sistem pengawasan muatan dan kendaraan sebelum naik kapal. Pelabuhan Tanjung Perak ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) penerapan pemeriksaan dengan perangkat X‑ray untuk mendeteksi barang berbahaya, sekaligus penerapan kebijakan zero‑ODOL (Over Dimension Over Loading) secara bertahap sebelum digelar secara nasional pada 2027 .

Pemeriksaan X‑ray difokuskan untuk kendaraan roda empat dan truk yang akan diangkut kapal Ro‑Ro, sedangkan penertiban zero‑ODOL mencakup pembatasan dimensi dan berat muatan agar stabilitas kapal tetap terjaga .

Pihak KSOP menegaskan, kedua program tersebut akan dijalankan tanpa mengorbankan kelancaran arus logistik dan penumpang. Koordinasi berkelanjutan dengan operator kapal, pengelola terminal, dan instansi pengawas terus diperbaiki agar tidak terjadi antrean panjang  .

Berbagai rangkaian latihan dan pengawasan yang dijalankan merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun budaya keselamatan pelayaran menuju target zero accident atau nol kecelakaan.

Pemerintah berencana memperluas model yang diterapkan di Tanjung Perak ke pelabuhan‑pelabuhan utama lain di Indonesia secara bertahap . Hingga saat ini, seluruh hasil evaluasi simulasi KM Kirana 7 sedang dikumpulkan untuk memperbaiki celah‑celah koordinasi yang masih ditemukan sebelum pelaksanaan angkutan Nataru 2027. (Om_mbes)