Pro Dan Kontra Netizen:  Viral !! Video Nenek Dituduh Mencuri

Nenek viral yang dituduh mencuri Pasar Sabtu, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Sabtu (31/10/2026)
Beritaloka.com – Sebuah rekaman video singkat yang diunggah akun Pojok Bogor Official memperlihatkan peristiwa di Pasar Sabtu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (31/10/2026) siang. Dalam cuplikan yang beredar, terlihat seorang nenek berambut uban kedapatan membawa sejumlah barang kebutuhan dapur milik pedagang, yakni minyak goreng, mi instan, tempe, bawang putih, dan cabai.

Kejadian bermula ketika salah satu pedagang menyadari stok dagangannya berkurang, lalu melihat wanita lanjut usia itu berjalan menjauh dari lapak sambil membawa barang‑barang tersebut. Beberapa versi rekaman yang tersebar menyertakan adegan keributan, di mana warga yang hadir mengerubungi sang nenek; ada narasi yang menyebut kerudung dan pakaiannya sempat ditarik‑tarik, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait tingkat keparahan perlakuan tersebut serta apakah ada laporan cedera . 

Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap, alamat, riwayat keluarga, serta alasan pasti wanita itu membawa barang‑barang tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi oleh pihak berwenang .

Penyebaran video itu langsung memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian besar warganet menyampaikan rasa iba, mengungkapkan dugaan bahwa tekanan ekonomi di usia senja membuatnya terpaksa bertindak demikian . 

Aktivis sosial Zulfikar Akbar melalui akun X @zoelfick bahkan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk turun tangan: “Nenek di Pasar Sabtu ini butuh bantuan. Ia terpaksa mengambil makanan tanpa izin karena tak bisa berharap bantuan siapa‑siapa. Meski netizen mungkin bisa membantu, tapi Pemda Bogor mestinya turun tangan membantu beliau,” tulisnya .

Namun tak sedikit pihak yang mengingatkan agar tidak terburu‑buru menarik kesimpulan. Sejumlah pengguna media sosial dan pengamat sosial yang diwawancarai beberapa media lokal Jabar menegaskan bahwa belum ada bukti yang mengonfirmasi motifnya bisa jadi ada kesalahpahaman transaksi, gangguan daya ingat, atau masalah keluarga yang belum diketahui sambil menekankan bahwa kesulitan hidup tidak secara otomatis membenarkan pengambilan barang milik orang lain . Mereka juga mengecam narasi yang membenarkan tindakan main hakim sendiri, karena berisiko melanggar hak asasi manusia dan bisa berujung pada tuntutan hukum bagi yang melakukannya .

Pemerintah Kecamatan Pamijahan melalui pernyataan tidak tertulis yang disampaikan kepada Kilat mengimbau semua pihak bersikap bijak. “Kita tidak boleh langsung menghakimi. Jika memang ada persoalan, sebaiknya diselesaikan lewat pendekatan kekeluargaan, melibatkan keluarga atau tokoh masyarakat, bukan dengan kekerasan atau penghinaan di depan umum,” ujar juru bicara unsur kecamatan yang enggan disebutkan namanya. 

Pihak Kecamatan bersama pengelola pasar dan tokoh masyarakat juga sedang berusaha melacak keberadaan sang nenek, untuk mendapatkan keterangan jelas sekaligus memverifikasi apakah ia masuk dalam daftar penerima bantuan sosial . Sementara itu, Polsek Pamijahan menyatakan belum menerima laporan resmi dari pihak pedagang sehingga belum membuka berkas penyelidikan .

Pengamat sosial dari Lembaga Kajian Sosial Jawa Barat Rina Sutisna menjelaskan kepada Kabaran Jabar bahwa kasus ini menjadi cerminan persoalan yang lebih luas. “Peristiwa seperti ini kerap muncul di pasar tradisional, namun tidak selalu berarti penyebabnya adalah kemiskinan. Ada kemungkinan masalah kesehatan, kesalahpahaman, atau sistem pendampingan lansia yang belum optimal. 

Yang paling penting adalah verifikasi fakta sebelum kita menyebarkan narasi yang sudah dianggap pasti,” katanya . Ia juga menambahkan bahwa kasus ini mengingatkan semua pihak akan dua hal sekaligus: pentingnya kepedulian sosial, dan perlindungan hak‑hak pedagang yang berpotensi dirugikan .

Pengelola Pasar Sabtu menyatakan akan meningkatkan pengawasan dengan pendekatan manusiawi, bukan pengawasan represif, serta membuka ruang komunikasi antara pedagang dan warga yang membutuhkan bantuan .

 Pihaknya juga meminta warganet berhenti menyebarkan rekaman yang berpotensi mempermalukan, dan tidak membagikan informasi yang belum terverifikasi untuk mencegah munculnya hoaks . Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan langsung dari keluarga sang nenek, dan upaya pelacakan identitas masih berlangsung oleh tim gabungan kecamatan dan tokoh masyarakat . (@dh_ie)