Dari Tepi Sungai, Bakso Pak Sarjuk Kini Jadi Ikon Kuliner Legendaris Surabaya

Beritaloka.com – Perjalanan sukses sebuah usaha kuliner tak selalu dimulai dari tempat yang megah. Bakso dan Mie Ayam Pak Sarjuk adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan kualitas adalah kunci bertahan puluhan tahun. Berawal dari berjualan sederhana di tepi sungai kawasan Krukah, Surabaya, nama Pak Sarjuk kini menjelma menjadi salah satu destinasi kuliner yang tak pernah sepi pengunjung, dengan gerai utama di Jalan Bratang Gede Nomor 151, Surabaya.
Sejak dekade 1980-an, warung ini konsisten memanjakan lidah warga Surabaya maupun wisatawan dari luar kota. Buka setiap hari pukul 10.00 WIB hingga ludes terjual, antusiasme pengunjung tak pernah surut.
Konsistensi Resep Turun-Temurun
Ary, salah satu pegawai yang telah lama bekerja di sana, membuka rahasia kelezatan yang tak berubah sejak puluhan tahun silam.
“Rahasia utamanya ada pada konsistensi resep tradisional yang dijaga turun-temurun. Kami tak pernah mengubah kualitas bahan baku,” ujar Ary, Kamis (15/10/2026).
Kuah bakso yang disajikan dikenal gurih namun tetap ringan, diolah dari kaldu sapi asli dengan racikan bumbu khas. Hasilnya, kuah bening yang segar, tidak berminyak, dengan rasa gurih yang pas di lidah dan nyaman di tenggorokan.
Ciri khas lain yang membedakan Bakso Pak Sarjuk dari yang lain adalah pentol kotaknya dengan dominasi daging sapi yang terasa sangat nyata. Tekstur bakso halus maupun bakso urat memiliki tingkat kekenyalan yang pas, dengan aroma dan rasa daging sapi yang kuat dan tulus.
Mie Ayam yang Bikin Kembali Lagi
Bukan hanya bakso yang menjadi andalan. Sajian mie ayamnya pun memiliki penggemar setia, salah satunya Wahono (26), warga kawasan Sawahan, Surabaya.
“Saya paling suka mie manis gurih dengan sedikit sambal, rasanya pas sekali. Sering kali tak sadar menambah porsi karena enak. Tekstur mienya kenyal, dipadukan dengan daging ayam bumbu kecap yang kaya rasa, ditambah daun bawang, pangsit goreng renyah, dan ceker yang empuk,” ungkap Wahono dengan antusias.
Ragam Pilihan, Harga Tetap Bersahabat
Deretan menu yang ditawarkan pun lengkap dan terus berkembang. Mulai dari bakso urat iga, urat jumbo galak, bakso telur asin, bakso keju mozarella, bakso tumpeng pedas, hingga bakso campur halus. Bagi pecinta mie, tersedia mie ayam ceker, mie ayam bakso, hingga bakso urat jumbo.
Yang paling membanggakan, meski namanya sudah melegenda dan dikenal luas di Kota Pahlawan, Pak Sarjuk tetap memegang teguh prinsip harga yang terjangkau. Semua sajian dipatok mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi.
Sebuah bukti nyata: kuliner yang enak tak harus mahal, dan kesederhanaan yang dijaga dengan tulus akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat. (Om_mbes)







