Buaya Muara Raksasa Masuk Tambak Warga, Harus Diberangkatkan Pakai Eksavator

Evakuasi seekor buaya muara berukuran super jumbo di Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Beritaloka.com – Viral di media sosial (medsos), Video proses penangkapan dan evakuasi seekor buaya muara berukuran super jumbo di Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hewan predator ini membuat warga gempar karena kerap masuk ke area tambak udang dan ikan milik warga setempat.

Kejadian bermula ketika warga dan pemilik tambak di kawasan Muara Kembang merasa terusik oleh kehadiran seekor buaya muara yang berulang kali masuk ke areal pertambakan. Buaya tersebut diduga kuat memangsa hasil budidaya ikan dan udang warga, sehingga merugikan secara ekonomi dan membahayakan keselamatan jiwa.

Warga akhirnya berinisiatif menangkap buaya tersebut dengan menggunakan ayam sebagai umpan. Setelah dipancing, buaya berhasil ditarik ke daratan, namun karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan berat, puluhan warga saja tidak cukup untuk memindahkannya.

Karena bobot tubuh buaya yang luar biasa besar, warga terpaksa mendatangkan alat berat ekskavator untuk mengangkat dan memindahkan reptil raksasa tersebut ke lokasi yang aman. Saat diangkat menggunakan tali pengaman, buaya sempat mengamuk dan berontak, sehingga petugas dan warga harus sangat berhati-hati.

Kawasan pesisir dan tambak di wilayah Muara Kembang merupakan habitat alami buaya muara. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan. Warga juga diingatkan agar tidak mencoba menangani satwa liar berbahaya sendiri tanpa bantuan petugas berwenang.

      Fakta Berita :

  • Video ini viral di media sosial sejak akhir Juli 2026 dan kembali dibagikan luas pada awal Oktober 2026
  • Beberapa netizen sempat mengira video yang sama berasal dari lokasi lain, namun klarifikasi menyatakan kejadian ini memang terjadi di Muara Kembang, Kutai Kartanegara
  • Kejadian ini menambah daftar konflik manusia-buaya yang semakin sering terjadi di wilayah tersebut seiring perluasan aktivitas manusia ke habitat alami satwa liar

                                                                (Re_di)