Insiden Pembongkaran Paksa Indomaret Di Pamekasan

Beritaloka.com – Sejumlah warga merusak gerai ritel modern Indomaret di Jl Raya Palengaan, tepatnya di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Rabu (7/10/2026).
Aksi tersebut sebagai bentuk protes sekaligus penolakan terhadap rencana pendirian maupun operasional Indomaret di wilayah setempat.
Dalam aksi tersebut, massa juga membawa alat berat berupa backhoe loader untuk membongkar beberapa bagian depan dari bangunan Indomaret. Terlebih para ulama maupun tokoh masyarakat Palengaan, juga sudah meminta agar pembangunan gerai tersebut dihentikan, khususnya sejak Juli 2026 lalu.
“Penolakan dilakukan karena pihak Indomaret sudah mengabaikan aspirasi masyarakat, di mana sejak awal sudah tidak setuju dengan pembangunan (Indomaret),” kata salah satu peserta aksi, Abd Latif.
Bahkan penolakan terhadap keberadaan ritel modern tersebut juga disampaikan langsung oleh perwakilan warga dan para tokoh saat audiensi bersama Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Juli 2026 lalu.
Dalam audiensi tersebut, bupati dinyatakan sudah setuju tidak memberikan izin operasional keberadaan Indomaret di Panaan. Namun sebulan pasca audiensi, gerai modern berencana tetap dibuka yang disinyalir menjadi memicu aksi dengan perusakan.
Sebelumnya Koordinator Tim Perizinan Indomaret Madura, Wibowo mengaku semua prosedur pendirian Indomaret di Panaan, sudah dipenuhi sebelum resmi dibangun. “Cek sertifikat sudah atas nama pemilik sendiri, termasuk persetujuan lingkungan juga sudah,” ungkapnya.
“Bahkan 10 orang di sekitar gerai juga sudah menyetujui dan sudah bersedia tanda tangan, termasuk kepala desa dan tokoh ulama terdekat juga sudah (setuju),” sambung Wibowo.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pembayaran penyewaan kepada pemilik tanah setelah dari notaris. “Penyewaan dan pengerjaan prosesnya sudah diurus jauh sebelum dibangun,” pungkasnya. (Su_bawi)







