Ledakan Dahsyat Di Pakuwon City: 41 Ruko Rusak, 4 Orang Terluka

Ledakan keras di RM Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, yang terjadi pada Selasa (6/10) sekitar pukul 07.11 WIB, mengakibatkan 41 bangunan rusak. Ledakan juga merusak sejumlah mobil dan kendaraan yang ada di kawasan itu. Bahkan, tidak hanya ruko yang terdampak, tapi juga beberapa rumah di kawasan lokasi ledakan.
“Sampai saat ini ada kurang lebih 41 yang mengalami rusak, berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat. Dan terus kita akan dalami kembali. Ada ruko yang di seputaran lokasi ini, kemudian 15 itu rumah yang di belakang. Rusak parahnya lima, yang lainnya rusak ringan aja ya,” jelas Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, Selasa (06/10/2026).Pasca kejadian, petugas langsung melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur juga diterjunkan untuk memastikan penyebab ledakan.
Pasca kejadian, petugas langsung melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur juga diterjunkan untuk memastikan penyebab ledakan.
Dari pemeriksaan awal, tim tidak menemukan adanya kandungan bahan peledak di lokasi kejadian.
“Saat ini tim penjinak bom dari Brimob Polda Jatim juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kuat ledakan disebabkan kebocoran gas dari tabung berkapasitas 50 kilogram.
“Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tabung 50 kilogram,” ujar Luthfie.
Empat Orang Jadi Korban
Ledakan ruko di kawasan Pakuwon City tersebut juga mengakibatkan empat orang menjadi korban. Tiga korban merupakan laki-laki, sedangkan satu korban lainnya perempuan.
Keempat korban telah mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke Rumah Sakit Haji Surabaya.
“Untuk korban saat ini ada empat, tiga korban laki-laki, kemudian satu korban perempuan sudah dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya. Mudah-mudahan segera diberikan perawatan semaksimal mungkin,” katanya.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian hingga ledakan terjadi. Petugas juga masih melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
41 Bangunan Rusak
Kekuatan ledakan juga menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 41 bangunan mengalami kerusakan.
Kerusakan mayoritas berupa kaca bangunan yang pecah akibat getaran kuat dari ledakan.
“Kerusakan yang terjadi di seputaran TKP ini terdata sampai saat ini kurang lebih 41 bangunan yang mengalami rusak berupa kaca yang pecah,” ungkap Luthfie.
Menurutnya, kerusakan tersebut diduga terjadi karena ledakan menimbulkan getaran yang cukup kuat hingga berdampak terhadap bangunan di sekitar lokasi.
“Sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran-getaran yang cukup kuat,” tambahnya.
Polrestabes Surabaya masih mendalami penyebab pasti ledakan dan melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi kejadian. Polisi juga memastikan aspek keamanan di sekitar TKP sebelum proses penanganan lebih lanjut dilakukan. (Fatur)







