Pabrik Kayu Terbesar Di Pacitan Ludes Terbakar

Beritaloka.com – Pagi buta di Desa Karangrejo, Arjosari, Pacitan, saat sebagian warga di RT 2, RW 5, Dusun Trobakal, masih terlelap, percikan api dari panel listrik di sebuah pabrik pengolahan kayu tiba-tiba membesar dan melahap segalanya.
Suara letupan keras yang terdengar seperti orang membunyikan petasan itu membuat sebagian warga terbangun, Senin (28/9/2026) dini hari. Sumbernya dari pabrik kayu milik M. Rizal, UD Manfaat Berkah Grup.
“Pas saya cek keluar, ada kebakaran. Api sudah agak besar. Sekitar dua meteran,” kata M. Faris, karyawan di UD Manfaat Berkah Grup.
Nyala tumpukan kayu membuat terang sekitar. Kobarannya tak lagi hangat, tapi juga panas menyengat. Sekembalinya Faris mencari bantuan, api makin membesar. Warga sudah berusaha memadamkan secara manual, namun tak jua membuat padam.
“Karena gak ada orang, terus saya bawa motor naik ke pondok (pesantren), kasih tahu santri-santri kalau ada kebakaran di pabrik,” terang dia.
2 unit wheel roader, mesin produksi, alat gergaji, stok kayu mahoni juga sengon, atap dengan usuk bambu, jadi sasaran empuk si jago merah.
“Loadernya yang satu baru dilunasi semalam,” ucap Ahmad Subandi, petugas lapangan di gudang kayu tersebut.
Api diduga berasal dari korsleting arus pendek di panel pembagi listrik yang mengarah ke mesin produksi. Percikan kecil itu dengan cepat menyambar tumpukan kayu mahoni dan sengon, atap berusuk bambu, hingga mesin-mesin berat, dengan kerugian tak sedikit.
“Api itu muncul dari tengah, panel pembagi listrik. Kalau kerugian Rp1 miliar lebih,” kata Bandi.
Di pelataran sepertiga malam, laporan kejadian masuk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pacitan. Para petugas gegas menuju ke tempat kejadian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dipunyai.
“Kita dapat laporan jam 03.40 WIB, dan langsung meluncur ke lokasi bawa 2 unit. Setelah itu kita kerahkan semua personel dan sarpras yang ada untuk diarahkan ke sini,” kata Sugino, Analis Kebakaran Damkar Pacitan.
Proses pemadaman itu tak mudah. Tumpukan kayu yang terbakar cukup membuat kerepotan tim pemadam. Damkar juga minta bantuan 1 unit suplay dari BPBD Pacitan, untuk membantu pemadaman.
“Waktu sampai di sini, api itu sangat besar sekali. Kesulitannya karena ada tumpukan kayu, kalau tidak dibongkar api yang ada di bawah tidak tersentuh air. Jadi tadi dibantu loader di sini untuk bongkar kayu,” beber Sugino.
Petugas juga dibantu loader untuk membongkar tumpukan kayu agar air bisa menjangkau bara di bawahnya. Serbuk gergaji yang menjadi alas pabrik membuat api semakin mudah merambat.
Setelah lebih dari dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dijinakkan.
“Alhamdulillah sekitar pukul 06.15 WIB api sudah dipadamkan. Kesulitan tim pemadam, karena api sudah terlalu melebar, sehingga hampir membakar seluruh material berupa kayu dan landasan serbuk gergaji,” terang Ipda Ari Setiawan, Pamapta 1 Polres Pacitan.
Polisi yang melakukan olah TKP menyebut, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, dan diperparah material bangunan yang mudah terbakar.
“Dugaan sementara karena arus pendek listrik. Mungkin karena material penunjangnya kurang memadai, sehingga ketika terjadi korsleting memudahkan terjadi kebakaran tiang penyangga yang berasal dari kayu,” imbuhnya.
Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun pagi di Karangrejo terasa berbeda. Yang tersisa hanya arang, rangka mesin, dan tumpukan kayu yang masih mengepulkan asap. (Par_jan)







