Makam Tembok Gede Surabaya : Bersemayam Makam Pencipta Logo NU, Berhadapan Makam Keluarga Wali Kota Eri Cahyadi

Foto kiri, makan KH Ridlwan Abdullah dan foto kanan, Suyanto, kepala makam Tembok Gede, Surabaya (foto: Fatur)

Beritaloka.com- TPU Tembok Gede, yang juga dikenal sebagai Makam Tembok Dukuh, terletak di Jalan Tembok Dukuh X, Kecamatan Bubutan, Surabaya, bukan sekadar tempat pemakaman biasa. Di kawasan ini tersimpan jejak sejarah penting, yaitu makam tokoh ulama sekaligus perancang lambang Nahdlatul Ulama (NU), KH Ridlwan Abdullah. Posisi makam ini pun unik, tepat berhadapan dengan area pemakaman keluarga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di mana ayahanda beliau, H. Urip Suwondo, dan ayah mertuanya, Dadang Djumena, dimakamkan di tempat ini .

Tokoh Pencipta Logo NU yang Dimakamkan di Sini

KH Ridlwan Abdullah lahir pada 1 Januari 1884 di Kelurahan Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya. Beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki keahlian istimewa dalam bidang seni lukis dan kaligrafi. Atas penugasan dari KH Abdul Wahab Hasbullah atas nama pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Kiai Ridlwan dipercaya merancang lambang organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut .

Proses penciptaan logo NU pun sarat kisah. Kiai Ridlwan membuat ratusan sketsa namun belum dirasa cocok. Hingga akhirnya, setelah salat istikharah, beliau bermimpi melihat gambar di langit bola dunia dikelilingi sembilan bintang dan tali penyambung. Dalam satu malam, sketsa itu diselesaikan dan menjadi lambang yang kita kenal hingga kini. Lambang ini pertama kali dipasang saat Muktamar NU ke-2 di Surabaya, 9 Oktober 1927, di gerbang Hotel Peneleh.

Kiai Ridlwan Abdullah wafat pada tahun 1962 dan dimakamkan di TPU Tembok Gede, Surabaya . Hingga kini, makam beliau sering dikunjungi para pejabat, ulama, dan warga, termasuk jajaran PCNU Surabaya yang rutin berziarah ke sana .

Berhadapan dengan Makam Keluarga Wali Kota Eri Cahyadi

Makam keluarga Wali Kota Eri Cahyadi yang berhadapan dengan makam KH Ridlwan Abdullah (foto: Fatur)

TPU Tembok Gede memiliki makna kekerabatan tersendiri bagi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ayah beliau, H. Urip Suwondo, meninggal dunia pada Minggu, 22 Januari 2023, dan dimakamkan di TPU Tembok Gede sekitar pukul 10.25 WIB. Sebelumnya, pada Senin, 14 Maret 2022, ayah mertua Eri Cahyadi, Dadang Djumena (ayah dari Rini Indriyani), juga dimakamkan di tempat yang sama .

Dengan demikian, area makam keluarga Eri Cahyadi berada tepat berhadapan atau berdekatan dengan makam KH Ridlwan Abdullah, menciptakan pemandangan yang menyatukan jejak tokoh pelopor keagamaan dan keluarga pemimpin Kota Surabaya dalam satu kawasan yang sama.

Kini, TPU Tembok Gede dikelola oleh Suyanto, kepala makam yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang di Surabaya. Sebelum diamanahi di Tembok Gede, ia juga bertugas makam di dua lokasi pemakaman penting lainnya di Kota Pahlawan, yaitu Makam Ngagel dan Makam Kembang Kuning.

Pengelolaan Makam Ngagel dan Makam Kembang Kuning memberikan bekal luas bagi kepala makam ini. Makam Kembang Kuning sendiri merupakan kompleks pemakaman bersejarah yang dibangun sejak masa kolonial Belanda, sedangkan Makam Ngagel adalah salah satu kawasan pemakaman padat dan strategis di pusat kota. Pengalaman mengatur tata letak pemakaman, menjaga kebersihan, melayani keluarga yang berduka, hingga mengatur alur ziarah di kedua tempat tersebut kini diterapkan untuk meningkatkan pelayanan di Tembok Gede. (Fatur)