

Beritaloka.com – Di perbatasan Kabupaten Sragen dan Jawa Timur, berdiri Gunung Kemukus, tempat yang dikenal bukan hanya karena keindahannya, melainkan karena fenomena ritual ‘seks pesugihan’ yang telah melekat di dalamnya.
Berdekatan dengan Waduk Kedung Ombo dan Makam Pangeran Samudra, kawasan ini menjadi salah satu objek wisata sekaligus tempat ziarah yang banyak dikunjungi orang.
Yang membuat Gunung Kemukus terkenal adalah praktik ritual yang dipercaya masyarakat dapat mendatangkan kekayaan. Ritual ini berupa hubungan seksual dengan pasangan yang bukan suami atau istri sah, dilakukan di sekitar area Makam Pangeran Samudra.

Tradisi ini sudah berlangsung lama dan diketahui luas masyarakat, bahkan banyak pasangan yang sengaja datang dan saling bertukar pasangan demi tujuan tersebut.
Dari sinilah fenomena bertukar pasangan lambat lain jadi ajang bisnis seks berkedok ritual pesugihan.Yakni prostitusi. Para pekerja seks komersil (PSK) ‘murah’ menggelar lapaknya khususnya pada malam Jum’at Pon sangat ramai bak pasar malam di lokasi tersebut.

(foto: ist)
Harga PSK yang dijajakannya juga relatif ramah di kantong. Pada malam hari selain malam Jum’at Pon, hanya ada sekitar 5 sampai 8 jablay yang siap beraksi. Hanya saja, umur mereka tak lagi muda. Sekitar 30 tahunan. Mereka yang mangkal di hari biasa karena kerap kalah pamor jika ‘jualan’ di malam malam Jum’at Pon.
Dari kejauhan sudah nampak wanita yang bersandar di pagar hijau berdiri dengan memainkan ponselnya, si perempuan berkerudung merah itu ingin disapa dengan nama Mira. Dia mengaku berumur 35;tahun. Bedaknya tak tebal, hanya saja badannya tak lagi sintal.
Mira mengaku mangkalnya setiap malam, meski tak selalu mendapat pelanggan yang berkantong tebal. Sebelumnya perempuan yang mengaku tinggal di Kawasan Gondang itu biasa nongkrong di sekitar dekat Makam Pangeran Samudro. Kendati jualan di obyek wisata religi, tak sekalipun Mira digaruk satpol PP.

“Ya sekarang mending hari biasa dapat dua atau tiga kali pelanggan,” ujar wanita yang mengaku jadi janda tiga kali tersebut.
Selembar uang seratus ribu rupiah berhasil membuat ujung bibirnya yang bergincu merah jambu itu tersenyum simpul. Sejurus dengan itu, Beritaloka.com menanyakan seputar keamanan dari razia petugas keamanan, Mira menegaskan, keamanan baginya di sekitar Makam Pangeran Samudra, sering ‘terusik’ baik penertiban oleh Satpol PP sendiri maupun gabungan.
Padahal pemerintah Kabupaten Sragen dan aparat penegak hukum secara tegas melarang segala bentuk praktik prostitusi dan ritual seks terselubung di kawasan wisata religi Gunung Kemukus.
Pihak pengelola maupun petugas di lokasi wisata religi Gunung Kemukus hanya sekadar mengelola retribusi masuk. Namun, fenomena ini tetap berlangsung turun-temurun, didorong kepercayaan yang kuat di kalangan masyarakat hingga ‘menguatkan’ ritual pesugihan yang ujungnya menjemurnya praktik prostitusi di lokasi wisata tersebut.
Gunung Kemukus adalah bukti nyata betapa kuatnya pengaruh kepercayaan tradisional di tengah masyarakat. Di satu sisi, tempat ini menjadi bagian dari kekayaan budaya dan sejarah lokal. Namun di sisi lain, praktik yang terjadi di sana juga memunculkan perdebatan karena bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, serta nilai-nilai sosial yang berlaku.
Apakah kekayaan yang dicari benar-benar datang dari ritual tersebut, atau justru hasil dari usaha dan kerja keras masing-masing, hal itu kembali kepada keyakinan dan pemahaman setiap individu. Yang jelas, Gunung Kemukus tetap menjadi tempat yang penuh misteri dan terus menjadi sorotan masyarakat luas. (Fa_tour)





