
Beritaloka.com – Dampak beredar luas pelaksanaan gerak jalan peringatan HUT RI ke-81 di Bangkalan, beberapa platform media massa dan media online bahwa pelaksanaan gerak jalan umum tingkat SMA/SMK dan Umum dinilai tidak etis dan melanggar norma sosial setempat, Minggu (09/08/26)
Ada kelompok peserta laki-laki yang berpakaian wanita seksi layaknya waria sehingga menimbulkan perdebatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, lantaran dinilai tidak sesuai dengan julukan Kabupaten Bangkalan sebagai Kota Dzikir dan Sholawat.
Acara yang seharusnya sakral dan sarat nilai nasionalisme tersebut dinilai tercoreng oleh aksi tidak pantas yang menjurus pada pornoaksi.
Sorotan tajam ini datang dari aktivis sekaligus pemerhati sosial Bangkalan, Thomas. Ia mengecam keras adanya suguhan penampilan peserta yang dinilai menabrak norma kesopanan dan merusak esensi dari perayaan kemerdekaan itu sendiri.
Menurut Thomas, kebebasan berekspresi dalam ruang publik wajib tunduk pada adat istiadat setempat. Ia mengingatkan para panitia dan peserta bahwa Kabupaten Bangkalan adalah daerah santri yang berbasis kultur pesantren kuat.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan, M. Arifin memberikan klarifikasi terkait kontroversi pelaksanaan gerak jalan umum yang menimbulkan kontroversi akibat diduga terdapat peserta yang berpakaian mini tersebut karena kurangnya koordinasi peserta dengan panitia penyelenggara acara.
Berkaca dari insiden kontroversial ini, Thomas mendesak Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan pihak penyelenggara segera melakukan evaluasi total. Ia menuntut agar konsep hiburan perayaan kemerdekaan dikembalikan pada koridor yang edukatif dan positif, bukan sekadar hura-hura yang menabrak nilai agama. Sebagai evaluasi agar kejadian ini tidak terulang lagi di khususnya di Bangkalan. (@om_mbes)




