Ambil Kendaraan Di Colombo, Warga Surabaya Mengaku Di ‘Getok’ Oknum Polisi Rp 1 Juta

Dari akun ini, terkuak dugaan pungli oleh oknum petugas di Satlantas Colombo

Beritaloka.com – Viral di media sosial warganet yang curhat tentang biaya pengeluaran barang bukti kecelakaan di Satlantas Colombo, Surabaya.

Pemilik akun mengaku diminta membayar uang Rp 1 juta untuk mendapatkan surat keterangan pengeluaran kendaraan.

Dari akun Instagram @tasyamarcella96, “Ambil barang bukti kecelakaan GRATIS.. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar,” tulis unggahan di akun tersebut.

Pemilik akun, Kristiani, menjelaskan bahwa peristiwa dugaan pungli itu terjadi pada Rabu (26/8/2026).

Kristiani mengatakan persoalan tersebut terjadi saat dirinya mendatangi Satlantas Colombo untuk meminta surat keterangan yang diperlukan untuk mengeluarkan barang bukti kendaraan.

Surat Keterangan pemilik kendaraan yang dikeluarkan pihak kepolisian karena kejadian kecelakaan lalulintas

Sebelumnya, ia mengaku dibantu tantenya membuat laporan kecelakaan untuk keperluan klaim Jasa Raharja. Saat itu, sang tante telah memberi tahu kemungkinan adanya biaya yang harus dikeluarkan di Colombo.

“Jadi sebelumnya saya dibantu tante saya untuk membuat laporan kecelakaan untuk keperluan klaim Jasa Raharja, tante saya sudah menginformasikan sebelumnya bahwa kemungkinan akan ada biaya di Colombo namun untuk pengambilan kendaraan gratis,” jelasnya via DM medsos.

Kristiani mengaku menyetujui informasi tersebut karena mengira biaya yang dimaksud merupakan pungutan resmi.

“Jadi saya menyetujuinya karena saya pikir itu adalah pungutan resmi semacam denda tilang. Namun kemarin sewaktu di sana saya diminta untuk mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi atas nama penyidik,” ungkapnya.

Kristiani mengatakan usai unggahannya viral, dirinya sempat mendapatkan tawaran agar kendaraan diantar sekaligus uang yang telah ditransfer dikembalikan.

Namun, setelah seseorang yang mengaku sebagai atasan menghubunginya, rencana tersebut disebut tidak jadi dilakukan.

“Sudah kak. Tadinya sempat menawarkan untuk datang mengantarkan kendaraan dan mengembalikan uang, namun setelah seseorang yang mengaku sebagai atasannya menghubungi saya sepertinya tidak jadi datang,” pungkasnya. (Fa_tour)