
Beritaloka.com – Kemasyhuran cincin sakti Merah Delima milik Bung Karno membuka sejarah hubungan spesial dengan Nyi Roro Kidul, begini ceritanya.
Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno dikenal sebagai sosok yang disegani banyak orang.
Kehebatan bung Karno ternyata tidak terlepas dari cincin merah delima yang bertahta di jarinya.
Cincin yang beliau pakai kabarnya memiliki kesaktian yang sangat mistis, apalagi cincin ini berasal dari Kanjeng Ratu Kidul, penguasa laut Selatan.
Ada banyak cerita unik dari cincin ini, mulai dari dikabarkan hilang semenjak tahun 1963, tepat saat lawatan bung Karno ke Jogjakarta.
Saat masa jabatan Bung Karno akan berakhir, cincin tersebut hilang dengan sendirinya, dan dikabarkan telah kembali ke tangan Sang pemilik, yakni Kanjeng Ratu Kidul.
Sekelumit cerita yang mana hal ini masih jadi perdebatan, yakni hubungan Bung Karno dengan Ratu Kidul atas cicin merah Delima itu.
Dimana masyarakat kejawen kuno percaya jika Nyi Roro Kidul dan Bung Karno merupakan 2 dari 4 bersaudara.
Cincin itu telah hilang semenjak tahun 1963, tepat saat lawatan beliau ke Jogjakarta. Peristiwa hilangnya cincin merah delima Bung Karno saat itu diyakini terjadi karena pemilik sebenarnya yakni Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul mengambilnya secara ghaib.
Nyi Roro Kidul meminjamkan cincin itu kepada Bung Karno agar bisa menjadi raja di kerajaan manusia Indonesia.
Selama cincin itu tak di tangan Sang Ratu Pantai Selatan, kerajaan gaib Laut Kidul diketahui banyak digempur oleh kerajaan-kerajaan ghaib disekitarnya.
Oleh karena itu, dengan sangat terpaksa Ratu Kidul mengambil mustika tersebut dari Bung Karno.
Meskipun ia tahu jika tugas adiknya dalam memimpin kerajaan manusia belum usai.
Semenjak pengambilan cincin Merah Delima itu, Bung Karno secara berangsur-angsur hilang kesaktiannya. Bung Karno akhirnya dengan mudah tumbang dari kekuasaannya, kemudian digantikan Soeharto selama 32 tahun.
Ini hanyalah cerita yang bisa dibilang belum dapat dijamin kebenarannya, karena memang hal hal ghaib ini sulit sekali dibuktikan. (@kang_loka)





