Sisi “Gelap” Wisata Gunung Kemukus : Ritual Seks Yang Bikin Kaya, Benarkah?

Umumnya setiap malam Jumat pon kawasan gunung Kemukus hampir tak pernah sepi peziarah dari berbagai daerah ( foto Ilustrasi)

Beritaloka.com – Sejak dulu, wisata gunung Kemukus, lekat dengan stigma ritual seks bebas. Namun sejak Oktober 2020, objek wisata di Desa Pendem, Sumberlawang, Kabupaten Sragen, itu dirombak total.

Secara geografis, Kemukus kurang tepat jika disebut gunung. Sebab, bukit yang dikelilingi hamparan waduk Kedung Ombo ini tingginya hanya sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di atas perbukitan itu terdapat makam Pangeran Samudro, Dewi Ontrowulan, dan para ajudannya.

Dulu, Gunung Kemukus tak pernah sepi dari pengunjung. Namun, sebagian dari mereka datang bukan untuk menikmati panorama Waduk Kedung Ombo dari atas bukit. Melainkan untuk melakukan ritual, mengingat Gunung Kemukus tersohor sebagai tempat mencari penglarisan.

Bahkan beberapa mahasiswa UGM  meneliti mitos ritual seks yang ada di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Latar belakang penelitian tersebut berawal dari sebuah tayangan video berjudul ‘Sex Mountain’ di You Tube yang dirilis oleh seorang wartawan Australia.

Video tersebut menayangkan hasil investigasi terhadap praktik ritual seks di kawasan wisata religi Makam Pangeran Samudro yang terletak di Gunung Kemukus.

Praktik ritual seks di Makam Pangeran Samudro tersebut dilegitimasi oleh tafsir yang sengaja dibelokkan oleh beberapa orang tentang riwayat dan wasiat Pangeran Samudro. Menurut juru kunci makam, Pangeran Samudro adalah putra Raja Terakhir Majapahit yang melakukan perjalanan mencari sanak-saudaranya. Dalam perjalanan itulah Pangeran Samudro wafat dan berwasiat bahwa siapa saja yang nantinya datang berziarah harus mempunyai hati yang senang, percaya, dan mantap seperti akan datang ke rumah kekasihnya.

Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, ada beberapa orang yang mempunyai kepentingan terkait pelaksanaan ritual seks tersebut. Mereka secara ekonomis diuntungkan berkat adanya praktik ritual seks itu, sehingga secara sadar mereka berupaya agar mitos yang mengharuskan peziarah Makam Pangeran Samudro untuk melakukan ritual seks bisa tetap bertahan dan dipercaya sebagai sesuatu yang sah di masyarakat.

Dari sumber beritaloka.com. para agen yang berusaha terus-menerus menyebarkan dan mewacanakan mitos Pangeran Samudro dan ritual seks saat berziarah adalah para pemilik warung dan penyedia jasa penginapan. Mereka adalah para pendatang yang kemudian menetap disana, membuat rumah dan warung di sisi kanan-kiri jalan menuju makam. Ada juga penduduk asli Gunung Kemukus. Mitos tersebut mulai disebarkan para pemilik warung dan penginapan ke peziarah sebelum menemui juru kunci. Disana mereka akan diiming-imingi dengan stigma hajat peziarah akan terkabul jika berhubungan seks terlebih dulu.

Tentunya kita semua berharap pemerintah bersikap tegas agar objek wisata religi Makam Pangeran Samudro bersih dari praktik prostitusi. Tempat praktik prostitusi yang ada di kawasan objek wisata ini perlu direlokasi ke tempat lain dengan mempertimbangkan kondisi material dan nilai-nilai kemanusiaan. (@om_mbes)