Regional

Kamis, 6 Mei 2021 - 12:20 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Warga Sekitar TKP Bungkam, Motif Pembakaran Perawat Kabupaten Malang Masih Misteri

BERITALOKA.COM – MALANG – Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca peristiwa penyiraman dan pembakaran yang mencederai salah seorang perawat di Klinik Bunga Husada Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Malang saat ini telah diberi Garis Polisi (Police Line).

Menurut hasil pantauan Nusadaily.com, warga yang berada di sekitar klinik tampak menutup diri apabila mengetahui ada orang yang akan mendekat.

Sebab lokasi klinik ini terletak ditengah tengah pemukiman warga yang mana di depannya terletak tempat ibadah yakni Gereja Katolik Santo Stefanus Stasi Pangganglele.

Tak menyerah, pencarian saksi mata tetap dilakukan Nusadaily.com demi mendapat beberapa keterangan, melalui salah seorang wanita yang kebetulan ada disekitar situ, dia mengaku mengetahui saksi yang melihat saat peristiwa tersebut terjadi, tapi keberadaan saksi itu saat ini sedang tidak berada di kediamannya.

Secara terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi yang diantaranya 2 orang ada didalam klinik dan 2 orang lainnya yang sedang diluar klinik.

“Kami sudah periksa empat orang saksi. Yang di TKP dua orang, yang diluar juga sudah kami periksa,” terang Hendri, hari ini, Kamis (6/5/2021).

Selain itu, karena awalnya tidak mendapatkan informasi detail akhirnya polisi mencari video CCTV melalui sekitar lokasi.

Hendri mengaku bahwa pihaknya menemukan video CCTV dimana terlihat pelaku yang datang dan melarikan diri.

“Kami juga sudah memeriksa CCTV yang ada di sekitar TKP. Sudah kelihatan kendaraan yang digunakan pelaku, sudah terindetifikasi tapi kami belum bisa memastikan karena plat motornya, yang pasti ciri-cirinya (pakai) beat merah (Honda Beat), orangnya kurus, sepatu kets putih, jaket biru,” kata Hendri.

Meski minim informasi, Hendri Umar mengaku bahwa pihaknya akan segera mengungkap pelaku pembakar tenaga medis di Klinik Bunga Husada itu.

“Dalam dua tiga hari ini terungkap siapa pelakunya,” tegas Hendri. (aje/kal)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya