Regional

Rabu, 5 Mei 2021 - 05:28 WIB

1 hari yang lalu

logo

Wali Kota Batu Resmikan Huntara Dusun Brau 9 Mei

BERITALOKA.COM-KOTA BATU– Hunian sementara (huntara) sebanyak 15 unit telah didirikan Pemkot Batu di Dusun Baru Gunungsari Kecamatan Bumiaji. Rencananya, huntara ini diresmikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, 9 Mei. 

Huntara ini masih menyisakan pengerjaan, berupa pengecatan untuk dinding bermaterial kalsiboard setebal empat milimeter.

Deretan rumah semi permanen itu dibangun di lahan seluas 1500 meter persegi yang lokasinya berada di belakang SDN 04 Satu Atap Gunungsari.  Hunian itu diperuntukkan bagi 15 KK warga Dusun Brau, Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu.  

Mereka merupakan warga yang terdampak pergerakan tanah pada Februari lalu. Sehingga diungsikan ke tenda pengungsian yang dibangun BPBD Kota Batu. Selanjutnya, warga terdampak ini akan direlokasi ke huntara yang pendiriannya dikoordinir oleh Dinsos Kota Batu.

Salah seorang pekerja menuturkan, huntara baru rampung 100 persen per Selasa (4/5). Ada 15 pekerja yang membangun huntara sejak awal April lalu. Para pekerja itu berasal dari pihak rekanan CV Cipta Yasa. 

Pekerja itu mengatakan, jika huntara telah rampung sejak seminggu yang lalu. Namun karena ada permintaan mendadak membuat waktu pengerjaan bertambah dan baru rampung per hari ini (Selasa, 4/5). “Sebetulnya sudah selesai seminggu yang lalu. Karena ada permintaan tambahan ngompon nutup sambungan kalsiboard, jadi baru selesai sekarang,” kata pekerja itu dilansir Nusadaily.com.

Sementara itu di tenda pengungsian itu hanya menyisakan 4 KK saja yang masih bertahan. Sebagian besar pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing karena sudah merasa aman. Satu diantaranya yang masih bertahan di tenda pengungsian yakni keluarga Umi (40). Rumah miliknya tak bisa ditempati karena rusak akibat pergerakan tanah. Dindingnya retak dan bangunannya miring hampir ambruk. 

“Bertahan di sini sampai pindah ke huntara. Mau pulang tapi rumah saya rusak. Pengungsi lainnya banyak yang kembali ke rumahnya,” ucap Umi.

Kasi Banjamsos Dinsos Kota Batu, Kasmari menuturkan, huntara akan diresmikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko pada 9 Mei nanti. Kini ia masih akan menyelesaikan pengecatan serta menunggu sambungan instalasi listrik.

“Untuk pengecatan huntara kami bekerjasama dengan CSR salah satu produsen cat. Sehingga tidak masuk dalam anggaran pembangunan huntara. Dimana proses pengecatan itu akan dilakukan dua-tiga hari sebelum huntara diresmikan,” ujar Kasmari.

Menurutnya, warga akan bergotong royong melakukan pengecatan huntara. Selain itu, untuk sarana dan prasarana pelengkap dalam huntara tersebut, contohnya seperti kasur, bantal dan guling saat ini juga sudah siap. Barang tersebut telah dibeli oleh Dinsos Kota Batu dan saat ini telah berada di gudang milik Dinsos. 

“Total  anggaran pembangunan huntara dan pemenuhan berbagai logistik sebesar Rp 800 juta,” ungkap dia. 

Meski begitu, hingga saat ini proses pembayaran pendirian huntara belum dilakukan. Termasuk juga belum melunasi sewa lahan selama satu untuk pembangunan huntara. Lantaran Dinsos Kota Batu masih melakukan pengurusan-pengurusan dokumen yang diperlukan dalam pembayaran. 

“Saat ini dokumen pembayaran masih dalam proses penyelesaian. Sehingga dalam waktu dekat ini sudah bisa dilakukan pembayaran. Terlebih pembangunan huntara juga menggunakan anggaran dari BTT,” katanya. 

Sementara itu, untuk penyaluran logistik bagi korban bencana yang saat ini masih tersimpan di gudang Dinsos. Akan dilakukan ketika SK Wali Kota Batu sudah turun. Kedepannya para warga akan terus mendapatkan bantuan berupa sembako hingga tiga bulan. 

Dengan dibangunnya 15 huntara berukuran 4×6 meter. Dengan dua kamar serta satu ruang serba guna di dalamnya. Kata Kasmari, warga korban longsor Brau merasa senang. “Nantinya dari 15 KK terdampak longsor harus menempati huntara tersebut. Mereka juga sudah menandatangi surat pernyataan bahwasanya bersedia menempati huntara,” terangnya. 

Sementara itu, untuk masalah kamar mandi, sementara  waktu akan menggunakan kamar mandi milik SDN 04 Satu Atap Desa Gunungsari. Dimana SD tersebut memiliki lima kamar mandi yang bisa digunakan oleh para warga. Selain itu, untuk pemenuhan listrik dalam huntara tersebut, saat ini masih dalam tahap proses realisasi. (wok/wan)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya