Regional

Kamis, 4 Maret 2021 - 06:30 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Selama Pandemi, Ratusan Wanita Di Sumenep Pilih Menjanda

BERITALOKA.COM – SUMENEP – Selama pendemi Covid-19, sebanyak 893 wanita di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur resmi menjanda. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor penyebab tingginya angka perceraian di kota keris ini.

Panitera Muda Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep, HM Arifin, laporan yang diterima dari bulan 2020 hingga Februari 2021 kasus perceraian mencapai 1663. Rinciannya, terdiri dari 713 kasus cerai talak dan 923 kasuscerai gugat.

“Kami sudah melakukan mediasi pada kedua belah pihak sesuai aturan yang berlaku, namun upaya yang dilakukan jarang berhasil,” ungkapnya kepada media, Rabu 3 Februari 2021.

Menurutnya, penyebab banyaknya kasus tersebut diantaranya karena perselingkuhan, Poligami secara sepihak, KDRT dan masalah ekonomi.

Tercatat, dari faktor penyebab masalah ekonomi terdapat 108 orang, KDRT 54 orang, Poligami sebanyak 17 orang, kawin paksa 11 orang dan pertengkaran terus menerus sebanyak 1191 orang.

“Bukan karena dampak pendemi, tapi memang tekad dari masyarakat sehingga mau bercerai,” jelasnya.

Untuk menekan tingginya angka perceraian tersebut, lanjut Arifin, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan, salah satunya adalah upaya mediasi.

“Perma (Peraturan Mahkama Agung_red) nomor 1 tahun 2016, tentang mediasi. Jadi, kalau para pihak itu hadir dalam persidangan wajib hukumnya di mediasi dulu,” terangnya.

Selain itu, lanjut Arifin, setiap persidangan Hakim yang bertugas akan memberikan nasehat-nasehat agar pemohon dan termohon, penggugat dan tergugat bisa damai.

“Kalau dulu ada namanya penyuluhan hukum, tapi sudah lama tidak ada. Dulu kerjasama dengan Pemkab,” imbuhnya.

Namun, kata dia, meski pihaknya melakukan upaya-upaya pencegahan tersebut, semuanya akan dikembalikan ke pihak keluarga yang bersanggkutan. “Kalau keputusannya sudah bulat, ya kita tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya. (nam/aka)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

Baca Lainnya