Regional

Jumat, 11 Juni 2021 - 18:45 WIB

6 hari yang lalu

logo

Sanitary Landfill TPA Supit Urang Kota Malang Bakal Beroperasi Bulan Depan

BERITALOKA.COM – MALANG – Saat ini, Kota Malang sedang melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan sampah. Salah satunya, melalui proyek sanitary landfill.

Rencananya, proyek yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang tersebut bakal dijalankan sekitar bulan Juli 2021 mendatang.

Untuk menunjang kesiapan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang saat ini tengah melakukan pelatihan kepada sejumlah 60 petugas, yang nantinya bakal mengoperasikan Sanitary Landfill tersebut.

“Jadi, sebelum pengoperasian yang Insya Allah sekitar bulan Juli itu. Kita lakukan pelatihan lagi di Juni ini, ada 60 petugas, termasuk operator alat-alat berat,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, Jumat (11/6/2021).

Dia menjelaskan, pelatihan tersebut terue dilakukan. Sebab, proyek senilai ratusan miliar tersrbut memiliki teknologi khusus.

“Pengoperasian sanitary landfill perlu pengetahuan khusus, karena memakai beberapa teknologi yang baru,” kata dia.

Sehingga, lanjut Wahyu, pelatihan tersebut nantinya akan memudahkan petugas mengenali sistem agar bekerja dengan baik. Sebab, pengelolaan sampah dengan Sanitary Landfill ini memunculkan gas metan yang cukup membahayakan apabila tidak diketahui secara benar pengelolaannya.

“Jadi, persiapan-persiapannya juga harus matang. Mulai dari pengoperasian alat-alat berat, terus pemilahan sampah, ada juga yang untuk bagaimana pembuang di landfillnya itu dan banyak lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, hal tersebut terus dimaksimalkan sembari menunggu fasilitas-fasilitas penunjang lainnya sebelum difungsionalkan secara resmi pada Juli 2021 mendatang.

“Alat berat juga belum dikirim, nanti Insya Allah bulan Juli itu. Tapi kami sudah mencoba mulai fasilitas, disana kan ada jembatan timbangnya. Jadi, mengukur berapa sih beratnya, tonasenya sampah setiap hari itu,” pungkas dia.

Untuk diketahui, proyek Sanitary Landfill ini menggunakan dana Rp 195 Miliar. Ini merupakan kerja sama dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM).

Dengan dioperasionalkan teknologi tersebut, maka penampungan sampah di TPA Supit Urang paling tidak mampu bertahan selama kurang lebih enam hingga tujuh tahun.(nda/aka)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya