Pemkot Mojokerto Terapkan Konsep “Storynomic Tourism” dalam Pariwisata

5
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Antara Jatim/Pemkot Mojokerto/IS)

BERITALOKA.COM – MOJOKERTO, JAWA TIMUR – Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur menerapkan konsep storynomic tourism yakni pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, pada museum yang akan dibangun di area wisata bahari Majapahit.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab dipanggil Ning Ita mengatakan museum tersebut rencananya akan dibangun di area wisata bahari Majapahit, di area Rejoto Kota Mojokerto bagian barat dengan mengedepankan digital teknologi.

BACA JUGA : Pengembangan Pariwisata di Alor Tahun 2021 Terkendala Anggaran

“Kami ingin semua bisa memahami sejarah tentang Majapahit. Khususnya anak-anak Kota Mojokerto, kalau hanya sekedar membaca buku mungkin akan cepat bosan. Tetapi jika dituangkan dalam bentuk yang lebih kekinian itu akan lebih menarik,” katanya melalui keterangan tertulis di Mojokerto, Selasa.

Terkait perkembangan ekonomi kreatif di Kota Mojokerto, Ning Ita menyampaikan kegiatan ekonomi kreatif merupakan sistem pendukung dari industri pariwisata.

BACA JUGA : BPOLBF Kembangkan Tiga Program Pariwisata Berkelanjutan

“Kami mendapatkan tawaran dari Mbok Niluh sebuah program magang untuk pengembangan produk sepatu terutama yang berciri khas etnik dan produk yang mengangkat tema heritage,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari berupaya membangkitkan kembali kegiatan Spirit Of Majapahit. Yang telah mendapatkan apresiasi Filolog Naskah Lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus.

BACA JUGA : Menparekraf Ajak HMI Bangkitkan Pariwisata Ekonomi Kreatif

Peraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor pelestari manuskrip lontar usadha terbanyak ini menyebut slogan Spirit of Majapahit ini benar-benar diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur Kota Mojokerto.

Pembangunan itu terlihat dari gapura di kantor-kantor pemerintahan dan pusat perekonomian. Termasuk Kolam Pemandian Sekar Sari dengan Menara Tribuana Tungga Dewi, Taman Bahari Majapahit dan Alun-alun.

“Sehingga ini bukan hanya sekedar slogan semata, tapi implementasinya memang nyata,” ujar Sugi saat diskusi tema budaya dengan Ning Ita.(lal)

+ posts