NasDem Usulkan Widyawati Sutiaji Sebagai Cawali Malang 2024

0
Sutiaji dan istri menunjukan jari bertinta usai nyoblos di TPS 4 Jatimulyo, Rabu (27/06). foto: Iwan Irawan/ Bangsaonline

BERITALOKA.COM – MALANG – Dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab), beberapa waktu lalu yang diikuti oleh seluruh pengurus tingkat Kecamatan dan Kelurahan, salah satu agendanya menjaring Calon Walikota (Cawali) 2024 mendatang.

Dari unsur keterwakilan perempuan, muncul nama Widyawati Sutiaji, Istri Walikota Malang Sutiaji, dr Syifa Mustika SpPD (ketua Satgas Covid NU), dan Nyai Latifah Shohib (mantan Anggota DPR RI dari PKB Dapil Malang Raya).

BACA JUGA : Namanya Muncul sebagai Cawali NasDem Kota Malang, Lutfi (MCW) Mengaku Ditelpon Ratusan Orang

Terkait hal tersebut, Nusadaily.com, meminta tanggapannya Widyawati dan dr Syifa.  

Widyawati, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih terhadap apresiasi yang diberikan kawan-kawan dari Partai NasDem terhadap dirinya. Namun istri Walikota ini mengaku masih focus kepada kewajiban utamanya sebagai istri, yakni mendampingi suaminya yang saat ini manjabat sebagai Walikota Malang.

“Saat ini saya masih focus mendampingi bapak (Walikota Sutiaji maksudnya red). Jadi masih belum berpikir kearah sana, apalagi saya juga masih dalam proses pensiun dini dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang”, kata Widyawati.

BACA JUGA : Viral! Saudara Kena Tilang Oknum TNI Baku Hantam dengan Polisi di Ambon

Sebagai informasi, jabatan Walikota Malang akan berakhir tahun 2023. Wadyawati, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, mampu mengukir sejarah dengan berbagai langkah nyata yang mampu meningkatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming).

Untuk dapat mengembangkan bidang ini, Widyawati menyampaikan TP PKK Kota Malang difasilitasi Bagian Perekonomian juga menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Malang.

Salah satu bentuk kolaborasi antara BI dan PKK, diantaranya telah digelontorkan CSR BI untuk PKK Kota Malang dalam wujud dukungan sarana dan prasarana program pengembangan Urban Farming di kota Malang. 

BACA JUGA : Dicalonkan Walikota 2024 dalam Rakercab NasDem, Begini Respons Dewa, Wasto dan Made

Dalam bidang UKM, Widyawati juga tak jarang terjun langsung menjajakan hasil karya warga Kota Malang kepada segenap jajaran ASN. Untuk mmbangkitkan UKM bidang sandang, Widyawati, tak segansegan tampil sebagai peraga hasil dari UKM.

dr.Syifa Mustika

Dihubungi terpisah, dr. Syifa Mustika tentang dirinya juga masuk dalam radar NasDem Kota Malang sebagai Cawali yang bakal diusulkan ke DPW, Ketua Satgas Covid-19 NU Kota Malang ini mengaku dirinya hingga saat ini masih aktif sebagai ASN di Universitas Brawijaya (UB) sebagai dosen.

“Saya ini ASN, jadi tidak diperkenankan masuk ke dunia politik, apalagi saya saat ini tengah menempuh pendidikan S3. Saya lebih setuju kalua Bu Wali (Widyawati Istri Walikota red.) yang diusulkan NasDem, saya akan mendukung penuh”, kata dr Syifa.

Lebih lanjut dr Syifa menjelaskan, memang bagus muncul keterwakilan perempuan dalam berbagai ajang politik, terlebih Pilwali. “Tapi sekali lagi saya mengusulkan Bu wali yang diusulkan NasDem, dari segi kapasitas beliau mumpuni”, katanya.

BACA JUGA : Tobas Komisi III NasDem, Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Mengubah Kultur di Kepolisian

Tanggapan Pengamat Politik

Sementara, Pengamat Politik Universitas Brawijaya, DR. Wawan Sobari, S.IP., MA., Ph.D. mengaku tergelitik dengan usulan nama-nama Calon Walikota (Cawali), dari berbagai latar belakang, oleh kader NasDem dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

Tak banyak partai politik yang punya keberanian seperti NasDem, menjaring pemimpin bangsa dari berbagai latar belakang, seperti keterwakilan perempuan, akademisi, politisi, mantan PNS dan pengusaha.

“Menurut saya itu langkah yang bagus, jangan sampai wacana Pilkada cuma menjadi hak politisi, padahal yang berkarier diluar politisi juga banyak yang memiliki kelebihan yang tak kalah dengan politisi itu sendiri. Saya pikir NasDem sudah memulai dengan cara-cara yang elegan”, kata Wawan dihubungi melalui selulernya.

Cuma satu hal yang harus diingat, kata Wawan, bahwa DPC maupun DPD tidak memiliki hak untuk menentukan calon sendiri.

“Jadi tergantung bagaimana DPD NasDem mengawal suara dari bawah agar tak terjadi mis rekomendasi antara pusat dan daerah”, tutur Wawan.

Ketika ditanya tentang figur yang dimunculkan oleh akar rumput Partai NasDem Kota Malang, Wawan sangat mengapresiasi dan sangat bagus, alasannya mereka berasal dari beragam kemampuan dan keterwakilan.

“Persoalan figur sah–sah saja dan menurut saya sangat bagus karena mewakili dari berbagai unsur. Tinggal bagaimana mengawal nama-nama yang memang menurut saya memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin”, katanya.

Sebetulnya imbuh Wawan, masih banyak yang memiliki kesempatan yang sama dengan nama-nama yang muncul itu, ada nama Wawali, yang Ketua DPD Golkar, dari PKB, Gerindra dan PKS juga ada kader yang memenuhi syarat memipin Kota Malang.

Cuma satu hal yang menurut saya menarik, munculnya Ketua DPC PDIP I Made Riandiana Kartika. “Itu salah satu kelebihan Partai NasDem, selalu berpikir lebih didepan dalam mencari pemimpin bangsa”, pungkas Wawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Greget politik 2024, sudah mulai digeber Partai NasDem Kota Malang. Partai Besutan Surya Paloh ini menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Minggu, 22 November malam. Bertempat di BTC Guest House, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen.

Acara tersebut menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Kota Malang, Abdul Hanan, menindaklanjuti rekomendasi Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, yang digelar di El Royal Hotel, Kota Batu, 31 Oktober lalu.

Dalam Rakercab NasDem Kota Malang, menelurkan beberapa keputusan. Diantaranya, target kursi DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota dan Calon Walikota yang akan diusulkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim, yang nantinya akan diteruskan ke DPP.

Untuk target kursi untuk DPR RI, sesuai dengan rekomendasi Rakerda adalah 2 kursi. Sedangkan untuk DPRD Provinsi 2 kursi dan DPRD Kota Malang adalah 6 kursi.

Ketika ditanya Dapil mana yang akan digenjot untuk mendapatkan 2 kursi, mengingat Kota Malang hanya memiliki 5 Dapil. Dengan bersemangat Hanan menyebut, pihaknya akan berjibaku di Dapil Sukun.

“Kami keluarga besar NasDem akan berjibaku agar bisa mendapatkan 2 kursi di Sukun,” katanya.

Untuk mewujudkan ambisi politiknya, Pengusaha Batik Celaket ini, menjelaskan, dalam Rakercab telah disepakati dengan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), untuk membentuk pengurus hingga tingkat RT.

“Jadi nantinya pengurus NasDem akan ada hingga tingkat RT, yang sudah kita SK tiap DPC pengurusnya 25 kader, DPRT 25 kader. Akhir tahun nanti kita akan bentuk Koordinator RW sebanyak 5 orang, sedangkan Koordinator RT ada 2 kader yang akan kita lantik,” imbuhnya.

Sementara untuk Calon Walikota (Cawali) dan/atau Calon Wakil Walikota (Cawawali), para kader NasDem itu bersepakat mengusulkan 6 keterwakilan. Yakni Internal NasDem, Politisi, Unsur Wanita, Unsur Birokrasi, unsur Akademisi dan Pengusaha.

  1. Cawali dari Internal NasDem, muncul nama Kresna Dewanata Prosakh, Anggota DPR RI, 2 periode dari Dapil Malang Raya.
  2. Cawali dari unsur Politisi, muncul nama I Made Riyandiana Kartika, Ketua DPC PDIP dan Ketua DPRD Kota Malang
  3. Unsur keterwakilan wanita, muncul nama dr Syifa Mustika SpPD (ketua Satgas Covid NU), Widyawati Sutiaji (istri Walikota Malang) dan Ibu Nyai Latifah Shohib (mantan Anggota DPR RI dari PKB Dapil Malang Raya).
  4. Unsur keterwakilan Birokrasi, nama Wasto mantan Sekda Kota menjadi pilihan tunggal dari kader.
  5. Sedangkan keterwakilan dari akademisi, muncul nama Nurkholis Sunuyeko Rektor Ikip Budi Utomo dan Prof. M Bisri, mantan Rektor UB, Lutfi J Kurniawan, Pegiat Anti Korupsi dan dosen UMM.

Sementara dari unsur pengusaha, belum ada nama yang menjadi pilihan para peserta Rakercab.

“Ini usulan arus bawah Partai NasDem, tentunya kami sebagai ketua DPD akan melakukan komunikasi-komunikasi politik dengan tokoh yang diusulkan. Jadi kami belum tahu beliau-beliau yang diusulkan berkenan atau tidak,” pungkas Hanan.(eky/lna)

+ posts