Regional

Selasa, 4 Mei 2021 - 16:16 WIB

2 hari yang lalu

logo

Kotoran Ternak Cemari Kali Kebo Ngaglik, Pembudidaya Ikan Tekor

BERITALOKA.COM-KOTA BATU– Aliran Kali Kebo, Kampung Lesti, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu terlihat hijau pekat. Warga meyakini jika air tercemar limbah kotoran ternak sapi yang berada di Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Kotoran ternak itu berasal dari peternak yang berada di Desa Pesanggrahan dan menyebabkan pembudidaya ikan tekor.

Salah satu warga, Arif Kurniawan mengatakan, jika tletong (kotoran sapi) itu dibuang begitu saja tanpa diolah sehingga mengalir hingga Kali Kebo. Pencemaran itu terjadi sejak 1 tahun lebih atau hampir 2 tahun. Bau menyengat paling kentara ketika pagi dan sore.

“Sudah mengadukan ke Kelurahan Ngaglik dari dulu. Ya nggak tahu apa ditindaklajuti ke Pemkot Batu apa belum. Soalnya hingga kini belum ada hasilnya,” kata Arif dilansir Nusadaily.com.

Aliran ini dimanfaatkan untuk irigasi persawahan di Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas. Serta dialirkan untuk kolam budidaya ikan di Kampung Lesti. “Kalau diurut terus, mengalirnya bisa sampai ke DAS Brantas. Coba bayangkan pencemarannya meluas gitu,” imbuh Arif.

Ikan yang siap panen di kolam milik Didik Hariyanto banyak yang mati. Ia mengamati, insang ikan berwarna kemerahan dan lebam. “Itu tandanya kurang oksigen dan keracunan. Kualitas airnya buruk karena pencemaran,” timpal pria berusia 50 tahun itu.

Ia membudidayakan ikan nila dan koi di kolam seluas 15×7 meter. Air yang dimanfaatkan berasal dari aliran Kali Kebo. Sebelum dialirkan ke kolam, air itu disalurkan terlebih dulu ke bak filtrasi. Namun, karena pencemaran air dirasa telah parah, membuat ikan-ikan yang dibudiyakannya banyak yang mati. 

“Selama seminggu banyak ikan yang mati. Sehari bisa 20-50 ekor ikan yang mati. Bahkan pernah hingga satu ember penuh,” kata dia.

Didik menghitung sudah 1 kuintal lebih ikan yang mati dampak dari tercemarnya air dari Kali Kebo. Per kilogramnya ikan itu dijual sekitar Rp 30 ribu. Kerugian yang dialaminya berkisar Rp 3 juta. “Tahun kemarin tidak seperti ini. Sekarang sudah parah pencemarannya. Ikan banyak yang mati,” sahut dia.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan menuturkan, pihaknya telah memerintahkan Tim Pengawasan Dampak Lingkungan meninjau Kali Kebo pada Senin kemarin (3/5). Tim masih mengurai persoalan ini untuk menemukan sumber pencemaran. Jika telah ditemukan  sumber pencemaran, maka penanganan bisa dilakukan secepatnya.

“Cari sebabnya seperti apa dulu. Kalau langkah penanganannya, kami ambil secepatnya biar tidak terjadi pencemaran lagi. Saya tindak lanjuti lagi ke tim,” paparnya.

Aries mengaku jika dirinya telah mendapatkan keluhan dari warga yang disampaikan seorang warga secara lisan. Lantas, ia pun berkoordinasi dengan Lurah Ngaglik selaku pemamgku wilayah. “Dari info awal, katanya sumber pencemaran dari Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan,” kata dia.

Lurah Ngaglik, Edwin Yogasparta Harahap mengatakan kalau sumber pencemaran limbah ternak berasal dari Desa Pesanggrahan. Sebelumnya, sumber pencemaran berasal dari Dusun Toyomerto. Warga kemudian menggunakan limbah kotoran menjadi biogas sehingga tidak mengalir ke sungai.

Namun kini ada limbah ternak yang kembali mengalir ke sungai. Kondisi ini pun membuat Edwin bertanya-tanya. Ia menduga ada sumber baru dari Desa Pesanggrahan. “Sumbernya dari Desa Pesanggrahan. Kalau yang dulu, sudah teratasi karena warga mengalihkan menjadi biogas,” katanya.

Kondisi itulah yang mengakibatkan persoalan limbah kembali terjadi meskipun warga sudah mengadu sejak dua tahun lalu. Di sisi lain, Edwin mengatakan kalau pencemaran kali ini tidak terlalu parah. “Artinya, airnya tidak terlalu keruh. Keluhan dari warga hanya bau yang tidak sedap,” paparnya.

Edwin juga tidak mengetahui adanya ikan-ikan milik warga yang mati. Ikan-ikan ternak itu mati setiap hari dengan jumlah hingga dua ember besar. “Saya tidak tahu terkait ikan yang diternak warga. Tidak ada kerambah di sana, tidak ada yang beternak. Hanya yang dikhawatirkan adanya sumber mata air,” ujarnya. (wok/wan)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya