DPRD Minta Jembatan Bambu Wonorejo Surabaya Direvitalisasi

0
DPRD
Dokumentasi - Jembatan bambu dengan panjang 600 meter dan tinggi 12 meter di kawasan wisata Mangrove di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, kondisinya rusak. ANTARA/HO-DPRD Surabaya

BERITALOKA.COM – SURABAYA – Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota merevitalisasi Jembatan Bambu di kawasan wisata Mangrove Wonorejo, Kota Surabaya, Jatim, yang kini kondinya rusak.

BACA JUGA : Tiga Titik Pedestrian Kota Malang Bakal Direvitalisasi

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono di Surabaya, Sabtu(20/11) mengatakan jembatan bambu dengan panjang 600 meter dan tinggi 12 meter harus segera mendapat penanganan, baik itu di revitalisasi atau pembangunan ulang.

“Tapi kami meminta jika jembatan bambu itu di revitalisasi harus mengedepankan kajian,” katanya.

Menurut dia, sebagai evaluasi, jika mau membuat jembatan bambu paling tidak itu harus ada atapnya. Selain atap sebagai dekorasi, juga untuk melindungi pengunjung kalau hujan atau panas, dan melindungi jembatan tentunya.

“Sehingga nampak bagus dan bertahan lama,” ujar Baktiono.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mengingatkan, apabila pemkot merancang bangunan dari struktur yang rawan hancur seperti kayu ataupun bambu, maka harus di awali dengan memperhitungkan tingkat ketahanannya.

“Memang benar bahan dari bambu dan kayu itu nampak bagus dan artistik, tapi ya harus di perhitungkan ketahannya sampai kapan, juga harus di beri lapisan supaya tak termakan rayap,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pemilihan bahan juga tak boleh sembarang, misalkan dari bahan bambu, maka yang di gunakan bambu bongkotan. Atau jika dari bahan kayu, maka kayu ulin atau kayu besi bisa menjadi opsi.

“Memang meggunakan bahan dari bambu itu murah tapi rawan rapuh dan rapuh. Tapi kalau kayu ulin itu sangat sesuai d iaplikasikan di kawasan Mangrove Wonorejo, karena hidupnya di air, jadi lebih tahan dan bagus. Hanya saja pengerjaannya sulit,” katanya.

Baktiono memastikan, pekan depan pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, menyusul nasib jembatan bambu di kawasan ekowisata Mangrove Wonorejo yang terbengkalai.

“Ya, pekan depan akan kami panggil DKPP untuk rapat bersama. Ini karena rancangan pembangunan dari Dinas Pertanian waktu itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota Surabaya Yuniarto Herlambang sebelumnya mengatakan, kerusakan jembatan bambu tersebut belum di perbaiki karena belum ada anggaran,” kata

Jembatan bambu di kawasan wisata Wonorejo di bangun mulai Mei 2018. Pembangunan jembatan tahap pertama di lanjutkan pada akhir Desember 2018 dan pembangunan tahap dua hingga empatnya di lakukan pada pertengahan tahun 2019.

BACA JUGA : 1.400 Rumah Tak Layak Huni di Kampung Inggris Pare Akan Direvitalisasi

Jembatan gantung yang di bangun menggunakan bambu betung itu menghubungkan Mangrove Information Center (MIC) dengan area joging di kawasan wisata mangrove Wonorejo. (int6)

+ posts