Nusantara

Kamis, 6 Mei 2021 - 13:01 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Minuman keras oplosan dan pabrikan hasil operasi pekat saat dimusnahkan oleh Polres Sorong Kota, Kamis (6/5) (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Broning Kakisina)

Minuman keras oplosan dan pabrikan hasil operasi pekat saat dimusnahkan oleh Polres Sorong Kota, Kamis (6/5) (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Broning Kakisina)

Ribuan Miras Senilai Rp1, 7 M Diamankan Polda Papua Barat

BERITALOKA.COM – MANOKWARI – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat mengamankan ribuan botol minum keras atau miras pabrikan yang dijual tanpa izin dan ribuan botol minuman keras oplosan selama menggelar operasi pekat 21 April sampai 5 Mei 2021.

BACA JUGA : Penjual Miras di Ruko Purwosari Solo Diamankan Polisi – Nusadaily.com

Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Irjen Polisi Tornagogo Sihombing di Manokwari, Kamis mengatakan pihaknya mengamankan sebanyak 3.624 botol minum keras oplosan dan sebanyak 7.280 minum keras pabrikan yang dijual tanah izin selama melakukan Operasi Pekat 21 April sampai 5 Mei 2021.

Dia mengatakan bahwa total ribuan minuman keras oplosan dan ribuan minuman keras pabrikan tersebut jika diuangkan senilai Rp1,7 miliar.

Menurut dia, penegakan hukum minum keras pabrikan mengacu pada peraturan daerah sedangkan minuman keras oplosan atau disebut milo mengacu pada Undang-undang Pangan dan Undang-undang Kesehatan.

BACA JUGA : Pesta Miras, Belasan Muda Mudi Sumenep Diciduk Polisi – Noktahmerah.com

“Ada sembilan orang pelaku minuman keras oplosan yang diamankan dan sedang menjalani proses hukum,” ujarnya.

Kapolda mengatakan bahwa Operasi Pekat terhadap minuman keras dan kejahatan lainnya. Seperti senjata tajam, narkoba, curanmor menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan.

Dikatakan bahwa pihaknya kepolisian akan terus melakukan operasi terhadap minuman keras. Sebab minuman keras adalah sumber masalah kejahatan di tengah kehidupan masyarakat.

BACA JUGA : Polisi Bersama Tokoh Agama Banyuwangi Musnahkan Ribuan Botol Miras – Beritaloka.com

“Papua Barat ini daerah yang aman sehingga mari kita bergandengan tangan membangun daerah dengan baik tanpa kekerasan,” kata dia.(ros)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya