Nusantara

Jumat, 11 Juni 2021 - 18:50 WIB

6 hari yang lalu

logo

Petugas tim kesehatan Polresta Pekanbaru menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (26/5/2021). Kegiatan tersebut dilakukan guna mecegah penularan serta mempercepat program vaksinasi secara menyeluruh ke semua lapisan masyarakat. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/aww.

Petugas tim kesehatan Polresta Pekanbaru menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (26/5/2021). Kegiatan tersebut dilakukan guna mecegah penularan serta mempercepat program vaksinasi secara menyeluruh ke semua lapisan masyarakat. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/aww.

Mengurus Adminduk di Pekanbaru, Harus Sudah Divaksin COVID-19

BERITALOKA.COM – PEKANBARU – Sejumlah kecamatan di Pekanbaru mulai menjadikan sertifikat vaksin COVID-19 sebagai salah satu syarat untuk mengurus administrasi kependudukan (Adminduk) di wilayah setempat.

“Misalnya, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan administrasi kependudukan di kantor Kecamatan Payung Sekaki, diharuskan untuk melampirkan bukti sudah disuntik vaksin COVID-19,” kata Camat Payung Sekaki Fauzan, Jumat (11/6).

BACA JUGA: Capai 243.032 Warga, Kombinasi Jemput Bola dan Drive Thru Pacu Vaksinasi Banyuwangi

Dikatakan Fauzan, ketentuan ini disampaikan melalui selebaran pengumuman yang ditempel di papan pengumuman kantor kecamatan.

Ketentuan untuk melampirkan bukti vaksin COVID-19 sebagai salah satu syarat pengurusan adminduk, semata-mata untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin untuk mengantisipasi meluasnya kasus COVID-19.

“Harapan kami, kepada seluruh warga untuk melakukan vaksin COVID-19. Kita mengimbau dan menyiapkan pengumuman ini, demi meningkatkan kepedulian mereka. Salah satunya untuk mencegah terpapar COVID-19, adalah melalui vaksinasi,” kata dia.

Selain juga disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam aktifitas sehari-hari, yakni 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencegah mobilitas interaksi).

BACA JUGA: Presiden Jokowi Pantau Vaksinasi 1.000 Warga Tanjung Emas Semarang

Walau diakui Fauzan, sebagian besar masyarakat Payung Sekaki sudah divaksin, baik melalui layanan di puskesmas, bus vaksinasi keliling ataupun lokasi vaksinasi massal lainnya. Namun 5M tetap harus diterapkan karena sebelum dan sesudah vaksin seseorang juga masih bisa tertular.

“Kita harapkan masyarakat akan lebih peduli. Vaksin sebagai salah satu bentuk ikhtiar, agar masyarakat tidak terpapar COVID-19, prokes 5 M wajib. Maka sangat selektif dan arif dalam memberikan layanan. Artinya, layanan-layanan tertentu yang sifatnya urgent atau mendesak, mungkin kita bisa tolerir untuk bukti vaksin itu,” tukasnya.(lna)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya