Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sampai Maret 2022

2
jalur pendakian
Wisatawan memotret pemandangan alam di Bukit Selong, Sembalun Lawang, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (5/4/2020). Kawasan Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Nusa Tenggara Barat. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp)

BERITALOKA.COM – PRAYA, LOMBOK TENGAH – Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, di tutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022 karena cuaca ekstrem yang meliputi gunung itu selama musim penghujan bisa membahayakan keselamatan pendaki.

BACA JUGA : Saham Inggris Di tutup di Zona Merah, Indeks FTSE 100 Jatuh 0,49 Persen

“Penutupan di lakukan mulai tanggal 29 November 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2022 mendatang untuk mengantisipasi curah hujan yang cukup tinggi,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady di Lombok, Selasa(30/11).

Jalur pendakian yang di tutup antara lain mencakup jalur air terjun Jeruk Manis di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur; jalur air terjun Mayung Polak di Desa Timbanuh, Kecamatan Peringgasela; dan jalur air terjun Mangku Sakti via Desa Sajang di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Jalur pendakian dari Desa Sambik Elen di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, juga untuk sementara di tutup.

“Ada empat jalur pendakian TNGR yang di tutup untuk sementara waktu dan akan di buka kembali pada April 2022 mendatang,” kata Dedy.

“Lokasi tersebut kalau hujan deras terkadang banjir. Ini juga untuk antisipasi keselamatan pengunjung,” ia menambahkan.

Dedy mengimbau warga dan wisatawan mematuhi aturan pendakian Gunung Rinjani, tidak melakukan pendakian sampai Balai TNGR mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian.

BACA JUGA : Kandang Lyon Ditutup Selama Investigasi Akibat Suporter Kontra Marseille

“Penutupan kawasan TNGR saat musim hujan ini di lakukan demi keselamatan pendaki,” demikian Dedy Asriady.(int6)

+ posts