Tersangka Korupsi Honor Pemakaman Covid-19 Jember Diperiksa Berjam-jam Tak Selesai

7
Ilustrasi pemakaman Covid-19 (Istimewa)

BERITALOKA.COM – JEMBER – Mohammad Djamil, Staf Ahli Bupati Jember yang menjadi tersangka korupsi honor pemakaman Covid-19, setelah tiga kali mengelak pemeriksaan akhirnya datang juga ke Mapolres Jember pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Kali ini, mantan Kepala BPBD Jember itu benar-benar menjalani pemeriksaan. Berdasarkan pantauan, pemeriksaan berlangsung sangat lama.

Sudah tiga jam lebih penyidik mencecar pertanyaan kepada Mohammad Djamil. Terhitung sejak kedatangannya pada jam 10.32 hingga 13.48 WIB.

BACA JUGA: Jemput Paksa Batal, Tersangka Korupsi Honor Pemakaman Janji Datang Sendiri ke Polres Jember

Selama itu pula, Mohammad Djamil yang didampingi oleh tim pengacaranya diperiksa oleh penyidik. Sementara ini, masih rehat sejenak. Karena, penyidikan akan dilanjutkan kembali setelah sholat dzuhur dan makan siang.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menyampaikan bahwa pemeriksaan tergantung keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik. Termasuk soal pilihan tindakan menahan atau tidak menahan tersangka.

“Ya, nanti kita lihat perkembangannya. Saya cek dulu (hasil pemeriksaan),” katanya melalui telepon.

Kali pertama polisi melayangkan surat panggilan kepada Mohammad Djamil untuk diperiksa pada tanggal 29 Juli. Panggilan kedua, tanggal 3 Agustus. Namun, ia tidak datang.

Sampai-sampai, tanggal 4 Agustus dilakukan upaya pemanggilan paksa oleh polisi dengan mendatangi langsung rumah Mohammad Djamil di Perumahan Milenia, Kaliwates.

Dari situ, Mohammad Djamil mulai melunak hingga akhirnya berjanji akan bersedia diperiksa oleh penyidik.

BACA JUGA: Kepala BPBD Jember yang Terlibat Kasus Honor Covid-19 Akhirnya di-Staf Ahli-kan

Mengacu keterangan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadian Widya Wiratama dalam kasus ini penyidik memiliki alat bukti yang cukup.

Sehingga, polisi memberikan status tersangka untuk Mohammad Djamil setelah sebelumnya menetapkan tersangka kepada mantan anak buahnya di BPBD, yakni Kabid Kedaruratan dan Logistik Penta Satria.

“Awalnya, tersangka satu orang, dan sekarang jadi dua orang. Peran tersangka kedua selaku Kepala BPBD memimpin rapat dan menyetujui pemotongan yang dilakukan tersangka pertama. Pemotongan honor kepada setiap petugas pemakaman sampai 20 persen,” urai Dika.

BACA JUGA: Kapolres Jember Digugat oleh Tersangka Korupsi Honor Pemakaman Covid-19

Tersangka dijeratkan Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Ancaman hukumannya berupa penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun, dan denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar.

Mohammad Djamil tidak terima dengan penetapan dirinya sebagai tersangka. Langkah yang ditempuh dengan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jember. Pihak yang digugat adalah Kapolres Jember bersama Kasat Reskrim. (sut)

+ posts