Terdakwa Pelecehan Seksual Siswa SD di Malang Kembali Jalani Sidang

    1
    Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Klikdokter.com)

    BERITALOKA.COM – MALANG – Enam orang terdakwa kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap siswi SD di Malang menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Senin (20/12/2021) sore. Sidang dilakukan dalam dua sesi yang berbeda.

    Lima terdakwa penganiayaan, dihadirkan langsung di ruang sidang ramah anak PN Malang. Sedangkan untuk satu terdakwa pelecehan seksual, mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas I Malang.

    BACA JUGA: Pelecehan Seksual Terjadi di Lembaga Pendidikan Berbasis Keagamaan di Kota Batu

    Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Kusbiantoro mengatakan, sidang tersebut beragendakan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang.

    Untuk empat terdakwa penganiayaan, dituntut dengan Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara masing-masing selama 1 tahun, denda masing masing Rp 50 juta, dan subsider denda pelatihan kerja selama 6 bulan.

    BACA JUGA: Skandal Pelecehan Seksual Sesama Jenis Pelatih Futsal, Polisi Kejar Kesaksian Korban

    Sedangkan, untuk satu terdakwa penganiayaan berinisial N, dituntut Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat 1 ke 2 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara 1,6 tahun, denda Rp 50 juta, dan subsider denda pelatihan kerja selama 6 bulan.

    Selain itu, terdakwa N juga harus membayar biaya restitusi sebesar Rp 12.413.000. Apabila tidak dapat membayar biaya restitusi, maka terdakwa N menjalani pelatihan kerja selama 3 bulan.

    BACA JUGA: Gawat! Ada Dugaan Pelecehan Seksual di Kantor KPI Pusat

    “Terdakwa N tuntutannya agak berat, karena dia sebagai penganjur (yang memiliki ide dan menganjurkan para pelaku lainnya untuk melakukan aksi penganiayaan) kepada korban,” terang dia.

    Sedangkan untuk terdakwa pelecehan seksual berinisial Y, JPU Kejari Kota Malang menuntutnya dengan Pasal pasal 81 UU No 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun, denda Rp 100 juta, dan subsider denda 6 bulan pelatihan kerja.

    BACA JUGA: Kowani: Pelecehan Seksual Coreng Dunia Pendidikan

    “Terdakwa persetubuhan berinisial Y ini juga harus membayar biaya restitusi sebesar Rp 12.485.000. Apabila tidak dapat membayar biaya restitusi, maka terdakwa Y menjalani pelatihan kerja selama 3 bulan,” ungkap dia.

    Kusbiantoro juga mengungkapkan, biaya restitusi berasal dari perhitungan tim asesor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

    BACA JUGA: Risti Pouran Pernah Jadi Korban Begal Payudara di Bali

    “Jadi, biaya restitusi adalah ganti kerugian atas apa yang dialami oleh korban. Untuk besaran biaya restitusi, yang menentukan adalah LPSK,” kata dia.

    Dirinya juga menambahkan, dalam sidang tuntutan tersebut, ada beberapa hal yang meringankan dan memberatkan para terdakwa.

    “Untuk yang memberatkan, perbuatan para terdakwa pelaku anak ini menimbulkan traumatis dan luka-luka kepada korban. Sedangkan untuk hal yang meringankan, karena mereka masih anak-anak,” jelas dia.

    BACA JUGA: “Dear Nathan: Thank You Salma” Angkat Isu Pelecehan Seksual

    Diketahui, selama sidang berjalan, kelima terdakwa penganiayaan menangis usai mengikuti sidang tuntutan tersebut. Para orang tua dari lima terdakwa, memeluk dan menenangkannya.

    Usai sidang, kelima terdakwa masuk ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke ruang tahanan anak Polresta Malang Kota.

    Rencananya, sidang selanjutnya akan digelar pada Selasa (21/12/2021), dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa. (mic)

    + posts