Putus Penyebaran PMK, Pemkab Gresik Sediakan 8 Ribu Vaksin

20
Ilustrasi vaksin PMK di Gresik

BERITALOKA.COM – GRESIK – Dari total 18 kecamatan yang ada di Gresik, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar ke 15 kecamatan. Hingga 3 Agustus 2022 lalu, Pemkab telah menyediakan sebanyak 8.000 vaksin dan telah disuntikkan ke lebih dari 4.900 sapi.

Di Kecamatan Manyar, Tambak, dan Sangkapura kurang lebih 5.000 ekor sapi yang terinfeksi. Untuk memutus rantai penyebaran PMK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mencari solusi dengan melakukan vaksinasi dan pemberian obat-obatan.

Di sisi lain, komisi B DPRD Jatim Amar Saifudin melakukan monitoring di Kabupaten Gresik bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Gelontor Vaksin PMK untuk Ratusan Sapi di Balongpanggang Gresik

Amar Saifuddin menyebut, vaksin ini sebagai upaya tindak lanjut pencegahan dan pengendalian PMK di Provinsi Jawa Timur. Saat ini ada sekitar 400.000 ekor hewan ternak (sapi) di Indonesia terinfeksi PMK.

Kerugian ditaksir mencapai Rp9.9 triliun. Di Jawa Timur sendiri, kasus sebaran PMK semakin naik belakangan ini.

“Laporan terakhir dari Dinas Peternakan Jawa Timur 173.000 sekian kasus yang sakit 51% yang sembuh baru 46%, berarti kesembuhannya ini juga relatif belum maksimal, kemudian yang potong paksa 1,sekian% dan mati 1,sekian %,” ungkap Amar, Sabtu (6/8/2022).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, mengatakan kedepannya para peternak akan diberikan bantuan potong bersyarat hewan ternak mereka yang terjangkit PMK oleh pemerintah.

“Dimana rencana besaran bantuannya Rp.10.000.000 per ekor Sapi, Rp.1.500.000 per ekor Kambing dan Domba, Rp.2.000.000 per ekor Babi. Tentu saja terdapat syarat bagi mereka agar bisa menerima bantuan ini, salah satunya harus masuk dalam data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS),” ucapnya.

BACA JUGA: Pemerintah Geber Vaksinasi untuk Ternak, Cegah PMK Meluas

Di tempat yang sama, Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani menilai penanganan PMK di Gresik terbilang cukup. Mulai dari pengumpulan data cepat penyebaran hewan ternak per kecamatan, regulasi jual beli hewan ternak, sampai penutupan pasar hewan di beberapa titik.

Hal ini bertujuan memutus penyebaran PMK dan menyikapi jumlah nakes yang kurang mencukupi. Secara, Gresik sendiri merupakan salah satu dari 4 daerah pertama yang ditetapkan sebagai kawasan PMK.

“Karena kami melihat kenapa kok ditutup? kami kasihan para nakes, nakesnya terbatas, ketika pasar ini dibuka maka penyebarannya tidak berhenti, terus menyebar terus, maka kita mencoba untuk berhentikan dulu sementara di pasar. Tapi kita tidak melarang pendistribusian antar kandang, asalkan sapi ini benar-benar dinyatakan sehat,” ujarnya. (fan/lna)

+ posts