Polisi Amankan 5 Tersangka Dugaan Penganiayaan Kakak Beradik di Magetan

    5
    dugaan penganiayaan

    BERITALOKA.COM – MAGETAN – Pihak kepolisian bergerak cepat menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap kakak beradik asal Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Magetan telah mengamankan 5 tersangka.

    “Benar kami telah amankan sebanyak 5 orang tersangka malam tadi. Dari beberapa tempat berbeda. Kelima orang tersangka ini diduga terlibat dalam dugaan penganiayaan anak bawah umur yang sebelumnya melapor bersama orang tuanya ke Unit PPA,” ujar Kasubag Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo, Sabtu (8/1/2022).

    Mengenai dugaan sertanya yaitu pelecehan seksual, Budi menjelaskan, masih perlu pembuktian dan pendalaman lebih lanjut.

    BACA JUGA: Miris!! Kakak Beradik di Magetan Jadi Korban Aniaya dan Pencabulan, Pelaku Diduga Pensiunan TNI

    Namun, terkait dugaan penganiayaan, telah terdapat cukup bukti untuk melakukan penahanan terhadap kelima tersangka.

    “Bila dalam pemeriksaan benar, kelimanya terbukti melakukan penganiayaan meraka kita jerat dengan Pasal 80 ayat 1 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 KUHP, ” jelas Budi.

    Perwira menengah tersebut menyampaikan, pihaknya telah melakukan Visum et repertum (VER) kedua korban di RSUD dr. Sayidiman, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti saat penangkapan.

    Selanjutnya, akan dilaksanakan gelar perkara untuk proses penyelidikan ke penyidikan.

    “Lima orang yang berhasil kita amankan adalah S pensiunan, kemudian S lagi, P warga desa Parang, kemudian K warga Desa Tamanarum, dan A warga desa Pragak Kecamatan Parang. Kelima orang tersebut telah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

    BACA JUGA: Kader PDIP Tersangka Penganiayaan Pelajar di Medan Cuma Dikenai Wajib Lapor

    Diberitakan sebelumnya, kakak beradik yang masih di bawah umur asal Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan diduga menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual oleh oknum pensiunan.

    Korban berinisial G (16) dan F (14) melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke orangtuanya. Tak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban didampingi LBH melapor polisi, Jumat, 7 Januari 2022 siang.

    Diceritakan, peristiwa tersebut berawal dari korban F dipaksa untuk mengaku mencuri miras di warung milik pelaku. Karena tidak mau mengakui tuduhan itu, akhirnya korban dianiaya, diancam, hingga diminta untuk memuaskan hasrat seksual pelaku. (int5)

    + posts