Mahasiswa Pedemo Tolak Kenaikan BBM di Sampang Jadi Tersangka

3
Kordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pamekasan, Syaiful Bahri jadi tersangka setelah memimpin demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di Depot Pertamina Camplong, Kabupaten Sampang.(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)

BERITALOKA.COM – SAMPANG – Seorang mahasiswa berinisial SB yang diduga sebagai inisiator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan di tetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur, menetapkan mahasiswa berinisial SB sebagai tersangka, setelah menggelar demo tolak kenaikan harga BBM di Depo Pertamina Sampang, Kecamatan Camplong, Madura.

Sebelum menetapkan SB sebagai tersangka, polisi mengamankan 10 mahasiswa pedemo untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan SB dan sejumlah rekannya ditangkap polisi setelah aparat membubarkan demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM.

BACA JUGA: Massa Demo Tolak Harga BBM Nyalakan Flare di Patung Kuda Jakpus

SB dijerat dengan Pasal 218 KUHP dan 510 KUHP jo. Pasal 9 Ayat 2 huruf a UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Dalam pasal itu dijelaskan bahwa tempat dan kawasan objek vital nasional atau Obvitnas tidak boleh dijadikan aktivitas demonstrasi dalam radius jarak 500 meter dari pagar luar. Arman mengatakan aturan itu tidak diindahkan oleh pedemo.

“Kita bubarkan selain karena melanggar aturan, aksi ini tidak mengantongi izin, justru kami tahu jika aksi ini dari pejabat internal Depo Pertamina, kami aparat tidak dikasih surat pemberitahuan,” kata Kapolres Sampang AKBP Arman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/9).

BACA JUGA: Tolak Kenaikan BBM, Massa Ojol Demo Mulai Berdatangan ke Patung Kuda Jakpus