News

Minggu, 6 Juni 2021 - 20:46 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Ketua PGRI Bondowoso Diduga Bintangi Video Masturbasi Picu Pergolakan Para Guru

BERITALOKA.COM – BONDOWOSO – Guru-guru di Kabupaten Bondowoso mendesak segera digelar konferensi luar biasa (KLB) seiring dengan terbongkarnya video beradegan vulgar yang pemerannya mirip Ketua PGRI Bondowoso, Mulyono.

Tuntutan KLB merupakan salah satu poin dari 12 kesepakatan yang tertuang dalam berita acara rapat pengurus PGRI yang ternyata juga diikuti oleh 12 ketua pengurus PGRI tingkat kecamatan di Bondowoso.

Pada Minggu, 6 Juni 2021, nusadaily.com memperoleh salinan data berita acara rapat pengurus PGRI dari salah seorang guru setempat yang meminta sebagai sumber dengan identitas dirahasiakan. Dalam dokumen tertera bahwa rapat digelar dalam aula SMK Negeri 2 Bondowoso pada hari Senin, tanggal 26 April 2021 silam.

Mengenai video mesum yang pemerannya mirip Mulyono juga tertuang dalam latar belakang dokumen tersebut. Mulyono bahkan disebut tengah menjalani sidang etik oleh PGRI Jawa Timur gegara dugaan skandal mesumnya.

Menurut sang sumber, sebenarnya video itu sudah lama tersebar dengan lingkup masih kalangan terbatas. Tapi, para guru merasa sangat malu karena pemeran adegan tidak senonoh sangat mirip pimpinan organisasi mereka.

Pengurus-pengurus PGRI disebutnya ingin menyelamatkan marwah organisasi tanpa harus mempermalukan Mulyono. Sehingga, kemasan langkah yang ditempuh melalui rapat internal meminta Mulyono mengundurkan diri dari jabatan organisasi, kemudian diikuti gelaran KLB.

Rupanya, upaya halus yang demikian bukannya disambut serius. Hanya berbuah pengunduran diri Mulyono, tapi soal KLB tidak kunjung digelar. Justru PGRI Jawa Timur mengesahkan penunjukan Dwi Windu Krisyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

“Sejatinya skandal video sangat lama, tapi kami para guru ingin sama-sama menjaga kehormatan dengan cara ketua mundur saja. Sehingga, ada alasan untuk KLB. Selesai, tak perlu sampai ada ramai-ramai gini kan,” tutur sumber itu.

Gambaran situasi sekarang yang kian memperkeruh suasana PGRI akibat buntut dari berlarut-larutnya gelaran KLB diungkapkan dalam kalimat kiasan.

“Terlalu lama bangkai disimpan pada akhirnya bau tercium juga. Video terlanjur tersebar tidak terkendali mau menyalahkan siapa? Nama baik PGRI juga yang kena dampaknya dicibir banyak orang. Padahal, video itu ulah oknum,” pungkasnya.

Windu Tidak Tahu Menahu

Terpisah, Windu sebagai pengganti Mulyono di PGRI mengaku tidak tahu menahu mengenai rapat pengurus maupun tentang desakan KLB dan video mesum.

“Nanti saya kroscek lagi. Saya juga belum tahu ada file berita acara KLB itu. Saya ada SK dari provinsi. Tentu ada prosedurnya pengangkatan Plt. Karena ini kegiatan dinas yang harus saya tangani. Juga harus bisa memilah dan memilih mana prioritas yang saya paparkan,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam video berdurasi 1 menit 13 detik, pria paruh baya mirip Mulyono dalam kondisi bugil sedang asyik memain-mainkan alat vitalnya. Gestur tubuhnya menununjukkan gelagat sedang bernafsu terhadap seorang perempuan yang juga dalam kondisi telanjang meski terhubung lewat sambungan video elektronik.

Sepertinya, si pria sedang memakai layanan jasa telepon seksual berbayar dengan si perempuan itu. Namun sayangnya, aktivitas terlarang mereka terabadikan dan salinannya beredar luas ke warga serta tengah dipergunjingkan netizen lewat media sosial.

Mulyono yang sedang jadi sasaran buah bibir belum memberikan keterangan apapun sementara ini. Dia tidak menanggapi upaya konfirmasi saat dihubungi melalui telepon selulernya. Ia juga tidak tampak berada di kantor PGRI Bondowoso. (sut/aka)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya