Ketua DPRD Lumajang Mundur Gegara Tidak Hafal Pancasila

2
Pimpinan DPRD Kabupaten Lumajang /Chandra Mokoagow /Tangkapan Layar

BERITALOKA.COM – LUMAJANG – Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Anang Ahmad Syaifudin menyatakan pengunduran diri dari jabatannya.

Pernyataan tersebut langsung diutarakan ketika memimpin sidang paripurna dengan agenda pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD 2022 yang digelar pada Senin, 12 September 2022.

“Dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim, saya dengan hati yang sangat menyesal mengundurkan diri dari Ketua DPRD Kabupaten Lumajang,” ucap Anang.

Ucapan Anang mengemuka di hadapan 36 orang anggota Dewan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan juga sejumlah pejabat yang menghadiri sidang paripurna.

Anang mengungkapkan alasan pengunduran dirinya, yakni karena melakukan kesalahan saat diminta demonstran untuk melafalkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Dia menganggap hal demikian tidak pantas terjadi pada diri seorang pejabat publik. Apalagi, Anang merasa dirinya berlatar belakang mantan aktivis mahasiswa sekaligus pegiat organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.

Sehingga, menurut Anang pilihan mengundurkan diri sebagai langkah terbaik untuk menjaga kehormatan lembaga DPRD Lumajang.

Untuk Menjaga Marwah DPRD Kabupaten Malang

“Untuk menjaga marwah DPRD Kabupaten Lumajang dan menjadikan pembelajaran bagi kita semua siapapun pemimpin di negeri ini. Saya yang lahir dari rahim santri, di kader oleh Nahdlatul Ulama, di kader oleh Partai Kebangkitan Bangsa, di kader dan dibesarkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),” ucap Anang.

Anang pun juga meminta permohonan maaf kepada publik. “Oleh karena itu, ucapan maaf yang tidak terhingga kepada seluruh masyarakat Lumajang, anggota DPRD, pemerintah Kabupaten Lumajang, dan seluruh elemen masyarakat Lumajang, kegaduhan ini untuk segera diakhiri,” imbuhnya.

Selebihnya, Anang meminta izin untuk kali terakhir menuntaskan tugas sebagai Ketua DPRD memimpin sidang paripurna.

“Jika paripurna mengizinkan, saya ingin menuntaskan tugas terakhir saya untuk memimpin paripurna pada hari ini,” harapnya.

Kilas balik ikhwal pengunduran diri Anang merupakan buntut atas peristiwa unjuk rasa oleh massa aksi penolak kenaikan harga BBM yang dilancarkan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Rabu, 7 September 2022 lalu.

Massa HMI yang ketika itu menggeruduk gedung DPRD hingga masuk ke ruang sidang paripurna meminta Anang untuk membaca Pancasila. Tapi, Anang beberapa kali salah mengucapkan kalimat Sila Ke-Empat.

Momen tersebut terekam kamera dan disebarluaskan ke berbagai media sosial. Kontan saja menjadi ramai dipergunjingkan oleh netizen.

Anang menerima berbagai kritik dan hujatan. Maka, ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPRD.

Dirinya menegaskan, sama sekali tidak dendam dengan mahasiswa yang membuatnya lengser dari jabatan.

“Kepada teman-teman mahasiswa tetaplah jadi alarm bagi indonesia, tetaplah menjadi pengingat bagi kita semua,” serunya. (sut)

+ posts