Kades Pacalan Sebut Sumber PDAM Lawu Tirta Magetan Tercemar Tai Sapi

6

BERITALOKA.COM – MAGETAN – Tak hanya mencemari irigasi sawah, salah satu sumber PDAM Lawu Tirta Magetan diduga turut terkena air di aliran sungai yang tercemar kotoran sapi di Desa Pacalan Kecamatan Plaosan, Magetan.

Kades Pacalan Agus Suharto mengungkapkan jika lokasi sumber air persis di samping sungai. Jika air membludak, maka air yang sudah tercampur kotoran sapi yang diduga berasal dari Kampung Susu Lawu Sarangan turut mengenai aliran sumber tersebut.

BACA JUGA: Tebing Genilangit Longsor, Saluran Air 3.000 KK Pelanggan PDAM Magetan Terputus

“Sumber ini kan digunakan untuk pelayanan PDAM di beberapa desa. Kami menyayangkan sebenarnya jika turut tercemar air sungai teraliri limbah dan sampah plastik,” kata Agus kepada nusadaily.com, Jumat (22/07/2022).

Aliran sumber yang digunakan untuk pelayanan pasti terkontaminasi. Untuk itu, pihaknya mendesak PDAM segera memberikan solusi. Pihaknya mengaku juga telah menyiapkan lahan agar aliran air limbah bisa ditampung dan bisa dijernihkan.

“Kami menyediakan lahan untuk menjernihkan airnya. Kalau memang perlu ya,” ungkap Agus.

Untuk diketahui, aliran sungai di Desa Pacalan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur tercemar limbah kotoran sapi yang diduga berasal dari Kampung Susu Lawu di Lingkungan Singolangu dan Lingkungan Duwet, Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan.

Selain air sungai berbau kotoran sapi, aliran yang juga digunakan untuk irigasi itu juga berdampak pada rusaknya tanaman selada air di Desa Pacalan.

BACA JUGA: Bupati Cari Sosok Pemimpin PDAM Jember, Melalui Lelang Terbuka Jabatan Direktur

Yatno, salah seorang petani desa setempat mengaku jika tanaman selada airnya rusak akibat aliran sungai yang tercemar limbah tersebut.

Dia menduga jika kotoran sapi yang dibuang di sungai itu berasal dari Kelurahan Sarangan. Karena semenjak ada Kampung Susu Lawu, di aliran sungai semakin banyak kotoran sapi. Bahkan, air berwarna hijau kecoklatan mirip warna tai sapi.

Pantauan Nusadaily.com pada Kamis (21/07/2022), sungai tak hanya berbau kotoran sapi, tapi juga terdapat sampah plastik.

Terlihat pula, sisa makanan yang diduga dari limbah rumah tangga. Warnanya pun sudah tak bening lagi dan sudah kecoklatan.(nto/aka)

+ posts