News

Senin, 19 April 2021 - 12:03 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Wali Kota Malang mencoba thermo gun di SMPN 6 Malang, Senin (19/4/2021).

Foto: Amanda Egatya/nusadaily.com

Wali Kota Malang mencoba thermo gun di SMPN 6 Malang, Senin (19/4/2021). Foto: Amanda Egatya/nusadaily.com

Hore…Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Dimulai

BERITALOKA.COM-MALANG- Sekolah tatap muka di Kota Malang dimulai, Senin (19/4/2021). Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau sejumlah sekolah. Seperti SDN Kauman I, SD Muhammadiyah I, SMPN 6 dan SMPN 3 Malang.

BACA JUGA: Kota Malang Siap Pembelajaran Tatap Muka Perdana, Ini Persiapan SMPN 6 Malang – Nusadaily.com

BACA JUGA: Berantas Narkoba, Anggota Satpol PP Kota Malang Jalani Tes Urine – Imperiumdaily.com

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Malang itu melakukan pengecekan terhadap protokol kesehatan yang ada. Mulai dari thermo gun, tempat cuci tangan, ketersediaan hand sanitizer dan cara siswa memasuki sekolah. Kemudian, Sutiaji juga memastikan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker dan face shield terhadap guru dan murid dan pengaturan jarak antar bangku.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan ketiga sekolah tersebut, masih ada beberapa sekolah yang kurang tepat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketika siswa masuk, harus melakukan cuci tangan terlebih dahulu dan mengukur suhu tubuh menggunakan thermo gun.

“Ini ada yang terbalik. Jadi, harus diperbaiki. Ketika mau masuk ke sekolah atau kelas, juga diusahakan tidak ada kerumunan. Begitu juga waktu pulang sekolah, tidak boleh ada kerumunan dan ada jeda waktunya. Serta, kelas juga harus disterilkan,” kata Sutiaji.

Pengetatan penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Jika ada sekolah bandel yang tidak menerapkan protokol kesehatan, akan diberikan sanksi.

“Sanksi-nya tidak boleh buka. Sebab, ini menyangkut nyawa manusia dan efektivitas pembelajaran. Ketika di sekolah harus diciptakan situasi yang nyaman dan happy,” imbuh dia soal sekolah tatap muka di Kota Malang.

Sekolah Tatap Muka karena Keinginan Wali Murid

Sistem pembelajaran tatap muka ini dilakukan berdasarkan hasil survey yang pernah dilakukan. Sebagian besar, orangtua menginginkan anaknya kembali mendapat pelajaran di sekolah.

“Berdasarkan hasil survey yang pernah dilakukan, sebanyak 86 persen wali murid menghendaki sekolah tatap muka. Sisanya, masih ragu-ragu dan memilih tidak sama sekali,” terang dia.

Menurut Sutiaji, sebagian besar wali murid yang menghendaki sekolah tatap muka lantaran sudah mulai ada titik jenuh dalam melakukan pemantauan terhadap anak-anak. Sementara, kondisi saat ini, angka kasus covid-19 sudah mulai terkendali.

“Berseiring dengan itu, sekolah tatap muka dibuka kembali seterusnya. Mudah-mudahan zero (kasus covid-19 di sekolah),” kata dia.(nda/cak)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya