Harga Cewek Open BO di Kota Madiun Murah Meriah Rp300 Ribu-Rp1,5Jt, Pelanggan Mulai Anak SMA hingga Pejabat

25
Ilustrasi Cewek Open BO

BERITALOKA.COM – MADIUN – Kota Madiun kini menjadi surga bagi cewek open BO. Harganyapun bisa dibilang murah meriah, pulang bisa sumringah bahkan bubrah.

Para cewek open BO di Kota Madiun hanya pasang tarif mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta.

BACA JUGA : Kota Madiun Surganya Open BO, Pelanggan dari Anak SMA hingga Pejabat

Sebelumnya kota ini berjuluk sebagai ‘Kota Gadis’, ‘Kota Brem’, ‘Kota Pecel’, ‘Kota Budaya’, ‘Kota Industri’, ‘Kota Karismatik’, dan ‘Kota Pendekar’.

Bukan tanpa sebab Kota Maadiun di sebut Surganya Open BO, Bagi anda pengguna aplikasi MiChat, coba deh nongkrong di Jalan Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur.

Tak butuh waktu lama, hanya berjarak puluhan meter paling jauh 500 meter, tawaran esek-esek banyak menghiasi layar ponsel anda.

BACA JUGA : Tarif tak Sepakat, Wanita Open BO Digorok Pelanggan, Kondisinya Mengenaskan

Dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 jutaan, Joni anda akan bahagia tanpa harus capek keliling mencari sasaran.

Di Madiun, Jasa layanan esek-esek online via aplikasi MiChat ini sedang marak sejak awal pandemi COVID-19. Pembayaran mau pakai DP atau COD anda yang pilih.

Tak perlu khawatir, wajah-wajah mereka juga terpampang jelas di profil, diikuti tagline “Open riii” hingga “Open sekarang” ada pula yang tak segan menyebut nama hotelnya.

Salah Satu Pengguna MiChat

Salah satu pengguna aplikasi MiChat bernama Meme (bukan nama asli). Ia mengaku baru berumur 19 tahun, berasal Surabaya.

BACA JUGA : Situs Watukebo Banyuwangi Bakal Dijadikan Open Site Museum

Dihubungi nusadaily.com melalui MiChat, Meme mengaku datang ke Kota Madiun untuk menenangkan pikiran. Lama Kelamaan tinggal di kota pendekar Meme kehabisan uang.

“Ya kemudian saya coba-coba download aplikasi MiChat tersebut. Saya pasang foto asli saya, eh tanpa basa-basi ada orang langsung menuliskan pesan “Open Kakak?”. Awalnya sih gak ngerti, kemudian saya balas iya. Hingga berlanjut tanya harga. Rp 1,5 juta saya bilang. Eh Iha kok mau,” jelasnya.

Setelah sepakat harga, lanjutnya, saya suruh transfer, Orang dalam chat itu pun nurut dan menransfer uang tersebut.

“Awalnya iseng tanya doang. Tapi kok diberangkatin.. ya udah ng*w* sama gw..,” lanjut Meme.

Pelanggan Pertama

Meme mengatakan, pelanggan pertamanya mengaku sebagai mahasiswa PGSD di salah satu perguruaan tinggi di Kota Madiun, tapi setelah itu banyak juga yang berusia di atasnya.

BACA JUGA : Komisi ASN Sempat Tolak Tim Pansel Open Bidding Pejabat Bondowoso

“Pelangan pertama sih ngakunya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi jurusan PGSD. Waktu berjalan pelangan saya makin banyak tidak hanya mahasiswa, ada yang masih SMA bahkan Polisi dan pejabat pun banyak,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa profesi seperti dirinya banyak. Tidak hanya stay di hotel seperti dirinya saat ini, tapi di tempat kos juga banyak.

Kepada wartawan nusadaily.com, Meme mengaku berencana pindah dari hotel untuk mencari kos-kosan. Selain lebih leluasa, kos-kosan tidak bikin kantong jebol.

“Sebelum pindah ke kos, saya akan mau pulang dulu ke Surabaya menjenguk orang tua. Setelah itu baru nyari kos yang bebas, bisa masukkan tamu laki-laki. Kota Madiun aman dan nyari duit lebih enak. Tunggu saya kembali dari Surabaya ya..kalo mau booking,” pungkasnya. (nto/ark)

+ posts