Bromo ‘Membeku’, Suhu Udara Capai 2 Derajat Celcius

64
Fenomena embun es (frost) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.(Dok. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

BERITALOKA.COM – MALANG – Suhu udara di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kini tengah menurun drastis. Bahkan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat suhu terendah mencapai 2 derajat celsius, hingga menyebabkan kemunculan fenomena embun upas atau frost.

“Suhu udara di kawasan Gunung Bromo mencapai 2 sampai 6 derajat. Memunculkan embun upas atau frost,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Syarif Hidayat, Senin (25/7/2022).

Syarif menyebut fenomena alam karena turunnya suhu udara ini mulai terjadi saat memasuki bulan Juli hingga Agustus mendatang.

BACA JUGA: Asyik… Di Gunung Bromo Akan Dibangun Jembatan Kaca Terpanjang di Indonesia

Frost biasa muncul pada pagi hari bersamaan datangnya embun pada ketinggian 500 mdpl ke atas.

“Fenomena ini biasanya hanya dapat dijumpai pada pagi hari sebelum matahari terbit dengan sempurna di laut pasir dan sekitarnya pada ketinggian di atas 500 mdpl,” terang Syarif.

Menurut Syarif, upas merupakan istilah masyarakat lokal, saat menemui gumpalan es di atas rerumputan maupun tanaman lain. Embun upas lebih tenar dengan nama frost atau embun beku.

BACA JUGA: Balai Besar TNBTS Usung Tema Harmoni Kelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

“Embun upas merupakan istilah lokal. Karena masyarakat tak paham dengan kata frost sebutan dari embun yang membeku. Penyebab adanya embun upas, karena suhu udara yang menurun dari biasanya,” tuturnya.

Terkait pembukaan kembali jadwal pendakian ke Gunung Semeru pasca erupsi akhir Desember 2021 lalu, BBTNBTS menyatakan belum bisa memastikan waktunya.

“Belum terkondisikan kapan (dibuka pendakian), karena status Semeru masih level 3,” tutupnya.(lna)

+ posts