Home News Bharada E Tersangka Adu Tembak di Rumah Dinas Kadiv Propam

Bharada E Tersangka Adu Tembak di Rumah Dinas Kadiv Propam

10
Ilustrasi lokasi kasus Bharada E adu tembak dengan Brigadir J. (Suara.co/Arga)

BERITALOKA.COM – JAKARTA – Mabes Polri akhirnya mengumumkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus saling tembak sesama polisi yang menewaskan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. di rumah dinas Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8)7/2022) lalu. Pengumuman tersangka itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Umun (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam konferensi Persnya Rabu malam (3/8/2022) di Kantor Bareskrim Polri Jakarta Selatan.

“Dari hasil penyidikan dan malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara serta  pemeriksaan saksi. Semua sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” ucap Andi Rian yang didampingi Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Dikatakan pula, jika Bharada E disangkakan dengan pasal.338 KUHP Junto pasal 55 dan 56 KUHP. Ia juga menyebut walaupun sudah ada tersangka dalam kasus ini pihaknya akan terus melakukan penyidikan.

“Pemeriksaan dan penyidikan tidak akan berhenti sampai di sini, dan ini tetap berkembang, sebagaimana diketahui bahwa masih ada beberapa saksi lagi yang akan dilakukan pemeriksaan di beberapa hari ke depan,” jelas Andi Rian.

Dirinya juga menjelaskan, sampai hari ini penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada 42 orang saksi, termasuk ahli dari unsur forensik, metalogi balistik serta IT dan kedokteran forensik. “Kami juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti, baik berupa alat komunikasi, CCTV dan barang bukti di TKP. Barang bukti tersebut sudah diperiksa laboratorium forensik maupun yang sedang melakukan pemeriksaan,” tukasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Kadiv Humas Polri Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penetapan tersangka ini adalah komitmen Kapolri dalam pengungkapan kasus ini dilakukan dengan transparan. Namun dia  memohon kepada semua pihak untuk bersabar.

“Karena semuanya masih berproses yang harus dilakukan secara hari hati dan ketelitian serta kecermatan. Proses penyidikan secara ilmiah ini merupakan standar nasional dan prosedur dari tim khusus yang dibentuk Bapak Kapolri,” ucapnya. (sir/wan)

+ posts