Aku dan Karib Peradaban

    107

    Oleh: Gagah Soeryo Pamoekti
    Anggota DPRD Kota Malang

    Tuan.. andai aku adalah restu Sang Pertiwi, ingin kurengkuh kuasa angkasa untuk Indonesia.
    Tuan.. andai engkau punya pengharapan, titipkan untuk hamba, titah Nusantara yang sehari kau jadi pujangga.
    Tuan.. andai Negeri kita adalah kahyangan, ayalku sampai pada kuhias suralaya dengan lukismu tentang Fajar Revolusi.

    Engkau yang kukagum, Sang Pria tua belia, Penjaga akal bangsa.
    Penamu adalah kisah tentang pengagum Werkudara.
    Sang Penyambung Lidah Rakyat

    Berisak hamba tenggelam tentang kisah Putra Sang Fajar.
    Gores lekat penamu mengiris akal Jas Merah.
    Cerutu pengingatku tak mampu membantu menahan jatuhnya bulir air dari mataku.
    Ampun tuaaaan.. aku kerdil karena tak mampu membuat Sang Fajar merekah di hati dan otak pengaku nasionalis.

    Kelak andai takdir mengizinkan

    Karena atas restu dan idemu.
    Ku songsong kemerdekaan sekali lagi,
    Ku cari walau letih sukmaku menyertai, sembari kutengadahkan tangan kiriku ke langit menghadap Sang Pusaka.
    Bersama Sarinahku, lantang ku pekik…

    MERDEKAAA!!!

    + posts